BANGKALAN Lintasmadura.id – SMP Negeri 1 Tragah kembali mengukir prestasi membanggakan di bidang akademik. Dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Kabupaten Bangkalan tahun 2026, tiga siswinya berhasil menembus jajaran 10 besar peraih nilai tertinggi.
Prestasi gemilang tersebut dipimpin oleh Nur Syafa’atus Sarifah yang sukses meraih peringkat pertama dengan nilai tertinggi se-Kabupaten Bangkalan. Sementara itu, dua siswi lainnya, Jelita Tri Arista dan Cantik Dwi Arista, masing-masing menempati posisi kedelapan dan kesembilan.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMPN 1 Tragah sekaligus masyarakat Kecamatan Tragah. Capaian ini menunjukkan kualitas pendidikan dan pembinaan akademik yang terus berkembang di sekolah tersebut.
Kepala SMPN 1 Tragah, Suparni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih para siswinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin belajar, serta komitmen yang ditunjukkan para siswa selama mengikuti proses pendidikan.
“Prestasi ini bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Ada proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan, ketekunan, dan semangat belajar yang tinggi. Kami sangat bangga atas pencapaian yang diraih oleh anak-anak kami,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran para guru yang terus memberikan pendampingan akademik, serta dukungan orang tua yang senantiasa menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah.
“Ini adalah buah dari kolaborasi yang baik antara siswa, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah. Semua memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.
Masuknya tiga siswi SMPN 1 Tragah dalam daftar 10 besar TKA Kabupaten Bangkalan menjadi indikator positif atas efektivitas proses pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa siswa dari berbagai wilayah di Bangkalan mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan akademik yang unggul.
Meski demikian, Suparni berharap capaian tersebut tidak membuat para siswa cepat merasa puas. Ia mendorong seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan diri dan menjadikan prestasi ini sebagai motivasi dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
“Pertahankan semangat belajar dan tetap rendah hati. Tantangan di masa depan akan semakin besar, sehingga diperlukan kesiapan yang lebih matang agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tujuan pendidikan tidak semata-mata mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
“Kami ingin melahirkan generasi yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki karakter yang baik. Pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang siap menghadapi tantangan masa depan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Prestasi yang diraih Nur Syafa’atus Sarifah sebagai peraih nilai tertinggi Kabupaten Bangkalan, serta keberhasilan Jelita Tri Arista dan Cantik Dwi Arista menembus 10 besar, diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.
Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan lingkungan yang positif, prestasi akademik terbaik dapat diraih oleh siapa saja.














