Tong-Tong Peccot Ngamox, Dentuman Kebanggaan Batang-Batang yang Menggema dari Tanah Kelahiran

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP Lintasmadura,id– Gemuruh tabuhan musik tong-tong kembali membakar semangat masyarakat Batang-Batang. Di antara deretan kelompok seni yang terus menjaga denyut budaya Madura, Peccot Ngamox hadir sebagai salah satu ikon kebanggaan yang lahir dan tumbuh dari Bumi Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Dengan hentakan ritme yang khas, aransemen yang penuh energi, serta penampilan yang memadukan tradisi dan kreativitas, Peccot Ngamox mampu menghadirkan atmosfer yang mengguncang setiap panggung yang mereka singgahi. Tak hanya menjadi hiburan, setiap dentuman yang dimainkan seolah menjadi suara kebanggaan masyarakat Batang-Batang yang terus menggema hingga ke berbagai penjuru Madura.

Lahir dari semangat para pemuda yang mencintai budaya daerah, Peccot Ngamox menjelma menjadi simbol kegigihan dalam menjaga warisan leluhur. Di tengah derasnya arus modernisasi, mereka tetap konsisten menghidupkan seni musik tong-tong sebagai identitas budaya yang sarat nilai kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong.

Setiap penampilan mereka selalu berhasil menyedot perhatian penonton. Irama yang menghentak berpadu dengan atraksi yang memukau menjadikan Peccot Ngamox tidak sekadar kelompok musik tradisional, melainkan representasi semangat masyarakat Batang-Batang yang penuh kreativitas dan daya juang.

Bagi masyarakat Batang-Batang, Peccot Ngamox bukan hanya sebuah grup musik. Mereka adalah duta budaya yang membawa nama daerah ke berbagai ajang festival dan perhelatan seni. Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap mampu berdiri tegak, berkembang, dan dicintai oleh generasi muda.

Dari tanah kelahirannya di Batang-Batang, dentuman Peccot Ngamox terus bergema. Menghidupkan tradisi, menyatukan masyarakat, serta mengukuhkan Sumenep sebagai salah satu pusat kekayaan budaya Madura yang patut dibanggakan. Sebab bagi mereka, musik tong-tong bukan sekadar bunyi tabuhan, melainkan denyut nadi budaya yang akan terus hidup dari generasi ke generasi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DORONG LEGACY BUPATI SUMENEP, EX RELAWAN AF USULKAN CSR 100% UNTUK INFRASTRUKTUR DAN SDM
Diduga Aniaya Menantu, Pria Asal Menganti, Desa Gempol Kurung RT 04, RW 05, Dilaporkan ke Polres Gresik
Patungan Beli Sabu, Dua Pria di Sumenep Diamankan Polisi
Viralnya Tambang Emas Ilegal Di Lebak : Ketua LSM Laskar NKRI DPW Banten Mendesak APH Tangkap Bos Besarnya Demi Tegaknya Regulasi Bukan Gurandil Yang Mencari Sesuap Nasi
Bappeda Sumenep Hidupkan Lagi PosCurhat, Warga Didorong Aktif Sampaikan Aspirasi
Swadaya Warga, Jalan Poros Desa Pekalongan Dibangun Sepanjang 3 Kilometer”
Tak Sekadar Mendengar Keluhan, Polsek Seputih Banyak Langsung Bergerak Pasang Lampu Jalan Untuk Warga
Tak Sekadar Berbagi Nasi Kotak, Polsek Punggur Tebar Kepedulian dan Hadir Lebih Dekat Dengan Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:30 WIB

DORONG LEGACY BUPATI SUMENEP, EX RELAWAN AF USULKAN CSR 100% UNTUK INFRASTRUKTUR DAN SDM

Minggu, 13 September 2026 - 06:29 WIB

Diduga Aniaya Menantu, Pria Asal Menganti, Desa Gempol Kurung RT 04, RW 05, Dilaporkan ke Polres Gresik

Sabtu, 12 September 2026 - 21:53 WIB

Patungan Beli Sabu, Dua Pria di Sumenep Diamankan Polisi

Sabtu, 12 September 2026 - 20:15 WIB

Viralnya Tambang Emas Ilegal Di Lebak : Ketua LSM Laskar NKRI DPW Banten Mendesak APH Tangkap Bos Besarnya Demi Tegaknya Regulasi Bukan Gurandil Yang Mencari Sesuap Nasi

Sabtu, 12 September 2026 - 13:00 WIB

Bappeda Sumenep Hidupkan Lagi PosCurhat, Warga Didorong Aktif Sampaikan Aspirasi

Berita Terbaru

Nasional

Patungan Beli Sabu, Dua Pria di Sumenep Diamankan Polisi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:53 WIB