SUMENEP Lintasmadura.id – Kegiatan Pisah Kenang Siswa Kelas VI SDN Kalianget Timur I Tahun Ajaran 2025/2026 berlangsung penuh makna dan emosional, Selasa (2/6/2026). Acara yang digelar di lingkungan sekolah tersebut menjadi momentum pelepasan para siswa sekaligus ajang penguatan nilai pendidikan dan pelestarian budaya lokal.
Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., menjadi perhatian tersendiri dalam kegiatan tersebut. Di hadapan para siswa, guru, wali murid, dan tamu undangan, ia menyampaikan pesan penting mengenai peran pendidikan dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan tetap berpegang teguh pada identitas budaya daerah.
Menurutnya, kemajuan pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki masyarakat. Generasi muda, kata dia, tidak boleh tercerabut dari akar budayanya meskipun hidup di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi yang semakin pesat.
“Pendidikan yang baik bukan hanya menghasilkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang mencintai dan menjaga budayanya sendiri. Salah satunya dengan terus melestarikan Tarian Muang Sangkal sebagai warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura,” ujarnya.
Ia menegaskan, sekolah memiliki peran strategis sebagai tempat pembentukan karakter sekaligus benteng pelestarian budaya. Karena itu, proses pendidikan harus mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai budaya dan moral dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Moh. Iksan juga memberikan perhatian khusus terhadap peran guru sebagai ujung tombak pendidikan. Menurutnya, guru dituntut tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter dan membekali siswa dengan keterampilan hidup yang bermanfaat.
“Guru harus profesional dalam menjalankan tugasnya. Selain mentransfer ilmu pengetahuan, guru juga bertanggung jawab membangun karakter dan memberikan bekal keterampilan yang akan menjadi modal bagi siswa dalam menghadapi masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar dapat terus mengembangkan potensi diri, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Anak-anak adalah aset berharga bangsa. Teruslah belajar, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas kita. Dengan karakter yang kuat dan pendidikan yang berkualitas, mereka akan tumbuh menjadi generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN Kalianget Timur I, Achmad Suriyanto, S.Pd.SD, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Kadisdik tidak hanya menjadi kehormatan bagi sekolah, tetapi juga memberikan motivasi bagi seluruh tenaga pendidik dan peserta didik untuk terus meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan serta pembinaan karakter siswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan pisah kenang merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan para siswa selama enam tahun menempuh pendidikan di sekolah dasar. Momentum tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan peserta didik sebelum melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Rangkaian acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa yang mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Beragam pertunjukan budaya yang ditampilkan menunjukkan komitmen sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.
Di balik suasana haru perpisahan, tersimpan harapan besar agar para lulusan SDN Kalianget Timur I tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, berdaya saing, serta mampu menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya sebagai jati diri bangsa.














