SUMENEP Lintasmadura.id – Hari Raya Idul Adha menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk berbagi kebahagiaan melalui penyembelihan hewan kurban dan menikmati hidangan daging bersama keluarga. Namun, di balik tradisi tersebut, masyarakat diimbau tetap memperhatikan pola konsumsi agar kesehatan tetap terjaga.
Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi daging kurban selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Menurutnya, konsumsi daging merah yang berlebihan, terutama yang diolah dengan santan dan minyak dalam jumlah tinggi, dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa daging sapi maupun kambing memang mengandung protein hewani yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi pola makan yang sehat, dapat memicu naiknya kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, asam urat, hingga gangguan pencernaan.
“Idul Adha identik dengan sajian daging kurban. Namun masyarakat perlu memahami bahwa konsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, maupun gangguan jantung,” ujarnya.
Untuk itu, dr. Erliyati menyarankan masyarakat agar mengatur porsi konsumsi daging dan memilih bagian yang rendah lemak. Selain itu, kebutuhan gizi juga harus dilengkapi dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, serta memperbanyak minum air putih.
Menurutnya, kandungan serat pada sayur dan buah sangat membantu proses pencernaan sekaligus mengurangi risiko penumpukan lemak dalam tubuh. Kombinasi antara protein, serat, dan cairan yang cukup menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan selama perayaan Idul Adha.
Tak hanya memperhatikan jumlah konsumsi, cara pengolahan daging juga menjadi faktor penting. Penggunaan santan berlebihan serta metode memasak dengan cara digoreng dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh yang kurang baik bagi tubuh.
Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan mengolah daging dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang karena lebih sehat dan dapat mengurangi risiko peningkatan kadar lemak dalam darah.
“Metode memasak yang lebih sehat akan membantu menjaga kualitas gizi daging tanpa menambah kandungan lemak yang berlebihan,” jelasnya.
Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti pusing, nyeri dada, sesak napas, atau leher terasa tegang setelah mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah banyak.
Melalui momentum Idul Adha tahun ini, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep berharap masyarakat tidak hanya menikmati kebahagiaan berbagi daging kurban, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup seimbang.
“Mari nikmati daging kurban secukupnya, imbangi dengan pola makan sehat dan aktivitas yang baik. Menjaga kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan,” pungkas dr. Hj. Erliyati.














