Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan pendidikan keagamaan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar dari APBD untuk bantuan insentif bagi sekitar 6.000 guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di 18 kecamatan.
Program tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah yang selama ini konsisten mengajarkan baca tulis Alquran kepada anak-anak, meski di tengah berbagai keterbatasan.
Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Mojokerto menyebut bantuan itu bukan hanya sekadar dukungan materi, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi guru ngaji dalam membangun generasi Qurani.
“Ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bentuk penghargaan kepada para guru ngaji yang selama ini telah berjuang mendidik generasi muda dengan nilai-nilai Alquran,” ujarnya saat memberikan sambutan di Pendopo Graha Majapahit, Selasa (26/5/2026).
Ia berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan semangat para pengajar TPQ dalam membumikan Alquran di Kabupaten Mojokerto.
Tak hanya menerima bantuan tunai, para guru TPQ juga mendapatkan perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang difasilitasi pemerintah daerah. Dengan demikian, para penerima insentif memperoleh jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian selama menjalankan tugas mengajar.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan apresiasi langsung kepada seluruh guru TPQ atas kontribusi mereka dalam membangun karakter generasi muda.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru TPQ se-Kabupaten Mojokerto yang telah ikut membangun generasi Qurani dan berakhlakul karimah,” tutur Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meresmikan program SANG AJI RASHA, singkatan dari Santri Gemar Ngaji dan Rajin Sholat, yang diinisiasi FKPQ Kabupaten Mojokerto.
Menurutnya, program itu diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan formal, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter religius.
“Kami berharap para guru TPQ dapat menjalankan program ini dengan baik agar anak-anak Mojokerto tumbuh menjadi generasi yang disiplin dalam ilmu pengetahuan sekaligus taat dalam ibadah,” katanya.
Kebijakan Pemkab Mojokerto tersebut mendapat sambutan positif dari para guru TPQ. Mereka menilai perhatian pemerintah daerah menjadi motivasi tambahan untuk terus mengabdi dalam pendidikan Alquran bagi anak-anak di daerahnya.
Melalui bantuan insentif dan peluncuran program SANG AJI RASHA, Pemkab Mojokerto berharap kualitas pendidikan Alquran di tingkat dasar semakin meningkat seiring meningkatnya kesejahteraan dan semangat para pengajarnya.














