BANGKALAN Lintasmadura.id Dalam rapat BASSRA (Badan Silaturahmi Ulama’ Pesantren Madura) yang di hadiri Empat puluh lima Ulama’ – Habaib se Madura, sepakat menolak INDUSTRIALISASI di Bangkalan, harus menunggu Madura menjadi Provinsi dulu, agar Provinsi Madura bisa mengatur Tata ruangnya sendiri. Minggu 16/8/2026
Aliansi Ulama Madura (AUMA) menyampaikan masukan kepada BASSRA, seperti halnya pada masa Presiden RI ke Tiga Bpk Bacharuddin Jusuf Babibie, Beliau pernah mengundang Kiayai Sepuh Madura dalam rangka Studi banding ke kawasan industri Batam yang hasilnya sungguh memprihatinkan, para Kiyai dikejutkan dengan temuan, Masyarakat merasa tersisihkan, sehingga hanya menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri, sedangkan para Habaib para Ulama tidak ingin hal ini terjadi di Pulau Madura, hal tersebut tidak selaras dengan slogan BASSRA “Jangan membangun di Madura tapi bangunlah Madura” serta prinsip-prinsip pengembangan Madura “Manusiawi, Indonesia, Madurawi dan Islami” Apalgi Madura sebagai Serambi Madinah hal ini telah dideklarasikan oleh Ulamak dan Kepala Daerah Pada Tanggal 3 April 2006 di Sampang dengan simbol dan identitas Madura yang mengandung nilai Islam, tradisi Pesantren, serta penghormatan tinggi kepada Ulama.
Salah Satu Tokoh Kharismatik Madura KH.R Ali Badri Zaini menyampaikan kekhawatiran yang sangat besar, “seperti meningkatnya peredaran narkoba dan berbagai persoalan sosial budaya, yang ahirnya dapat memicu konflik di tengah Masyarakat, seperti contohnya di Rempang (Batam kepulauan Riau), Morowali (Sulawesi Tengah), Kolaka (Sulawesi Tenggara), PIK 2 (Tangerang, Banten)
“Madura masih memiliki agenda besar terkait pembentukan Provinsi Madura yang sedang berproses” imbuh KH. R Ali Badri Zaini.
Pesan Bpk H. Raden Panji Muhammad Noer (sesepuh Madura yang juga mantan Gubernur Jawa Timur dan penggagas jembatan SURAMADU) “Orang Madura Jangan gampang menjual tanah ke pihak luar, karena tanah jangan hanya di lihat di permukaannya saja, tapi lihat struktur tanah sampai kedalam (material yang terkandung dalam tanah tersebut).
aba












