Rapat BASSRA Bersama Habaib – Ulama’ se Madura Tolak INDUSTRIALISASI di Bangkalan 

- Penulis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN Lintasmadura.id Dalam rapat BASSRA (Badan Silaturahmi Ulama’ Pesantren Madura) yang di hadiri Empat puluh lima Ulama’ – Habaib se Madura, sepakat menolak INDUSTRIALISASI di Bangkalan, harus menunggu Madura menjadi Provinsi dulu, agar Provinsi Madura bisa mengatur Tata ruangnya sendiri. Minggu 16/8/2026

 

Aliansi Ulama Madura (AUMA) menyampaikan masukan kepada BASSRA, seperti halnya pada masa Presiden RI ke Tiga Bpk Bacharuddin Jusuf Babibie, Beliau pernah mengundang Kiayai Sepuh Madura dalam rangka Studi banding ke kawasan industri Batam yang hasilnya sungguh memprihatinkan, para Kiyai dikejutkan dengan temuan, Masyarakat merasa tersisihkan, sehingga hanya menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri, sedangkan para Habaib para Ulama tidak ingin hal ini terjadi di Pulau Madura, hal tersebut tidak selaras dengan slogan BASSRA “Jangan membangun di Madura tapi bangunlah Madura” serta prinsip-prinsip pengembangan Madura “Manusiawi, Indonesia, Madurawi dan Islami” Apalgi Madura sebagai Serambi Madinah hal ini telah dideklarasikan oleh Ulamak dan Kepala Daerah Pada Tanggal 3 April 2006 di Sampang dengan simbol dan identitas Madura yang mengandung nilai Islam, tradisi Pesantren, serta penghormatan tinggi kepada Ulama.

 

Salah Satu Tokoh Kharismatik Madura KH.R Ali Badri Zaini menyampaikan kekhawatiran yang sangat besar, “seperti meningkatnya peredaran narkoba dan berbagai persoalan sosial budaya, yang ahirnya dapat memicu konflik di tengah Masyarakat, seperti contohnya di Rempang (Batam kepulauan Riau), Morowali (Sulawesi Tengah), Kolaka (Sulawesi Tenggara), PIK 2 (Tangerang, Banten)

 

“Madura masih memiliki agenda besar terkait pembentukan Provinsi Madura yang sedang berproses” imbuh KH. R Ali Badri Zaini.

 

Pesan Bpk H. Raden Panji Muhammad Noer (sesepuh Madura yang juga mantan Gubernur Jawa Timur dan penggagas jembatan SURAMADU) “Orang Madura Jangan gampang menjual tanah ke pihak luar, karena tanah jangan hanya di lihat di permukaannya saja, tapi lihat struktur tanah sampai kedalam (material yang terkandung dalam tanah tersebut).

 

aba

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Badrul Amali Hadiri Pertemuan Nasional di Bali, Dorong Penguatan Peran GMAS dan ABPEDNAS
MEC 2026 Tak Hanya Angkat Budaya, Pemkab Sumenep Dorong Perputaran Ekonomi Lokal
MEC 2026 Satukan Raja-Raja Nusantara di Sumenep, Haji Her: Salam Settong Dara dari Madura
Kapolri Minta Pesanggrahan Tjimande Dibuka untuk Semua Peguron
Polres Lamongan Beri Penghargaan Empat Warga yang Gagalkan Curanmor di Puskesmas Deket
Riding ke Gunung Kelud, Polres Kediri dan Awak Media Suarakan Kesiapsiagaan Bencana
Madura Ethnic Carnival 2026 Digelar Malam Ini, Satlantas Polresta Sumenep Alihkan Arus Sejumlah Ruas Jalan
Jabat Camat Kalianget, Erfan Evendi Diharapkan Mampu Hadirkan Pelayanan yang Lebih Baik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:27 WIB

Badrul Amali Hadiri Pertemuan Nasional di Bali, Dorong Penguatan Peran GMAS dan ABPEDNAS

Sabtu, 19 September 2026 - 22:24 WIB

MEC 2026 Tak Hanya Angkat Budaya, Pemkab Sumenep Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

Sabtu, 19 September 2026 - 21:43 WIB

MEC 2026 Satukan Raja-Raja Nusantara di Sumenep, Haji Her: Salam Settong Dara dari Madura

Sabtu, 19 September 2026 - 21:24 WIB

Kapolri Minta Pesanggrahan Tjimande Dibuka untuk Semua Peguron

Sabtu, 19 September 2026 - 21:22 WIB

Polres Lamongan Beri Penghargaan Empat Warga yang Gagalkan Curanmor di Puskesmas Deket

Berita Terbaru