SUMENEP, Lintasmadura.id – Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep juga menempatkan kegiatan tersebut sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengatakan penyelenggaraan event yang mendatangkan masyarakat dari berbagai daerah dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal.
“MEC ini juga menjadi pendorong untuk peningkatan ekonomi,” ujar Imam dalam rangkaian MEC 2026 di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam.
Menurut Imam, meningkatnya kunjungan masyarakat selama kegiatan berlangsung dapat berdampak pada sejumlah sektor, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, jasa, serta usaha yang berkaitan dengan pariwisata.
Ia menyebut, Pemkab Sumenep berupaya menjadikan agenda kebudayaan sebagai bagian dari promosi potensi daerah. Dengan demikian, penyelenggaraan event tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi.
“Sebagai sumber pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Imam menegaskan, pemerintah daerah akan tetap mendukung kegiatan yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami akan terus mendorong secara konsisten untuk memberikan hal yang positif bagi masyarakat secara luas,” tegasnya.
MEC 2026 mengusung tema Keraton Sumenep. Unsur budaya keraton ditampilkan melalui kostum peserta, parade, serta pertunjukan seni yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Selain melibatkan peserta dari Sumenep, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian MEC 2026 yang mempertemukan beragam unsur budaya Nusantara.
Bagi Pemkab Sumenep, kehadiran peserta dan tamu dari luar daerah juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi wisata dan budaya Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas.
Imam berharap penyelenggaraan event kebudayaan dapat turut meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumenep. Wisatawan yang datang diharapkan tidak hanya menyaksikan rangkaian pertunjukan, tetapi juga mengenal sejarah, budaya, kuliner, serta destinasi wisata yang ada di daerah tersebut.
“Berbagai event kebudayaan ini semoga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,” tuturnya.
Ia menambahkan, meningkatnya aktivitas masyarakat selama event berlangsung dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.
Pemkab Sumenep menyatakan akan terus mendorong kegiatan kebudayaan sebagai salah satu sarana promosi potensi daerah dan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonominya.
“Kami akan dorong kegiatan semacam ini sebagai ruang promosi potensi daerah,” pungkasnya.












