SUMENEP Lintasmadura.id– Memasuki puncak musim kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Trunojoyo Kalianget mengimbau masyarakat di wilayah Madura agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino. Kondisi cuaca yang semakin panas dan minim curah hujan diperkirakan dapat memicu krisis air bersih serta meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun kawasan permukiman.
Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Kalianget, Arie Widjajanto, mengungkapkan bahwa saat ini wilayah Madura telah masuk dalam kategori waspada. Karena itu, masyarakat diminta mulai melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau.
“Wilayah Madura saat ini sudah berada pada kategori waspada. Kami mengimbau masyarakat agar lebih siap menghadapi dampak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino,” ujar Arie, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, pengelolaan sumber daya air menjadi perhatian utama di tengah kondisi cuaca yang semakin kering. Ia mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat dan bijaksana agar ketersediaannya tetap mencukupi hingga musim penghujan kembali tiba.
“Air merupakan kebutuhan pokok yang harus dijaga bersama. Karena itu, manfaatkan seluruh sumber air secara efisien agar persediaannya tetap terpelihara,” katanya.
Selain ancaman berkurangnya cadangan air, BMKG juga menyoroti meningkatnya potensi kebakaran akibat suhu udara yang tinggi dan kelembapan yang terus menurun. Kondisi tersebut membuat lahan kosong, area pertanian, hingga lingkungan permukiman lebih rentan terbakar.
“Cuaca yang panas dan kering menyebabkan api lebih mudah muncul serta cepat menjalar. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” jelas Arie.
BMKG mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan titik api. Kepedulian terhadap lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya bencana selama musim kemarau.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang bisa memicu kebakaran. Dengan kewaspadaan dan kerja sama seluruh masyarakat, kita berharap musim kemarau dapat dilalui dengan aman,” tuturnya.
BMKG menegaskan bahwa kesiapan masyarakat menjadi faktor utama dalam meminimalkan dampak El Nino. Melalui kebiasaan menghemat air, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, risiko bencana selama musim kemarau di wilayah Madura diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.












