SUMENEP Lintasmadura.id– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep terus melakukan pembenahan layanan perpustakaan melalui program peremajaan koleksi buku. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan bahan bacaan yang lebih berkualitas, mutakhir, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan peremajaan dilakukan dengan menyeleksi ratusan koleksi buku yang ada di perpustakaan. Petugas secara teliti memilah buku berdasarkan kondisi fisik dan nilai informasinya. Buku yang sudah rusak atau tidak lagi layak dipisahkan sesuai ketentuan, sedangkan koleksi yang masih relevan ditata kembali agar lebih mudah diakses oleh para pengunjung.
Pustakawan Ahli Muda Dispusip Kabupaten Sumenep yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengawasan Kearsipan, Agus Utomo, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga kualitas layanan perpustakaan.
“Peremajaan koleksi menjadi langkah strategis agar masyarakat selalu mendapatkan bahan bacaan yang relevan, informatif, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan pembaca saat ini,” ujar Agus Utomo, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat informasi dan pembelajaran. Karena itu, kualitas koleksi harus terus dijaga agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap buku yang tersedia benar-benar memiliki nilai guna. Proses seleksi dilakukan secara cermat sehingga koleksi yang tersaji tetap berkualitas dan mampu mendukung kebutuhan literasi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, program peremajaan koleksi juga menjadi salah satu langkah Dispusip dalam memperkuat budaya gemar membaca di Kabupaten Sumenep. Dengan menghadirkan koleksi yang lebih aktual dan beragam, diharapkan masyarakat semakin tertarik mengunjungi perpustakaan untuk memperoleh berbagai referensi pengetahuan.
“Harapan kami, perpustakaan semakin menjadi ruang belajar yang nyaman dan diminati masyarakat. Koleksi yang terus diperbarui diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum,” pungkasnya.












