SUMENEP Lintasmadura.id– Pemerintah Kabupaten Sumenep menaruh perhatian besar terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi. Tingginya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak-anak hingga remaja dinilai membutuhkan penguatan karakter yang berkelanjutan, salah satunya melalui peran aktif Gerakan Pramuka.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumenep Tahun 2026, Senin (22/6/2026).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkutat pada dunia pendidikan, tetapi juga berkaitan erat dengan pengaruh teknologi digital yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kemajuan teknologi membawa banyak manfaat dan kemudahan dalam mengakses informasi. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga dapat memengaruhi pola perilaku dan karakter anak apabila tidak dibarengi dengan pendampingan serta pembinaan yang tepat.
“Penguatan karakter dan moral menjadi hal yang sangat penting bagi generasi muda, terutama di tengah perkembangan digital yang semakin dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Fauzi.
Ia menjelaskan, anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang nyaris tidak terlepas dari penggunaan telepon pintar dan media sosial. Kondisi itu membuat mereka lebih mudah menerima berbagai informasi, baik yang bersifat positif maupun yang berpotensi memberikan pengaruh negatif.
Karena itu, Bupati menilai Gerakan Pramuka harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Pramuka tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembelajaran keterampilan dan kegiatan luar ruang, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang kuat bagi generasi muda.
“Pramuka harus mampu menjadi ruang pembinaan yang menanamkan nilai moral, etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial, sehingga kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak,” katanya.
Fauzi juga menyoroti berkurangnya interaksi sosial secara langsung akibat tingginya intensitas penggunaan gawai. Fenomena tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar generasi muda tidak kehilangan kemampuan bersosialisasi, berempati, dan membangun hubungan yang sehat di lingkungan sekitar.
Dalam konteks tersebut, Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang mandiri, disiplin, berjiwa kepemimpinan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.
Ia berharap seluruh kegiatan kepramukaan dapat terus diarahkan untuk membentuk pribadi-pribadi tangguh yang tidak hanya cakap menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial yang tinggi.
Selain itu, Bupati mengajak seluruh jajaran pengurus dan pembina Pramuka untuk terus berinovasi dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini. Menurutnya, pendekatan pembinaan yang adaptif akan membuat Pramuka tetap diminati sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Pramuka harus menjadi contoh bagi generasi muda sebagai pribadi yang disiplin, berintegritas, berkarakter kuat, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.
Rakercab Kwarcab Sumenep Tahun 2026 sendiri menjadi forum penting dalam merumuskan arah kebijakan serta program kerja organisasi ke depan. Melalui kegiatan tersebut, Pramuka diharapkan semakin memperkokoh perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.














