BANGKALAN Lintasmadura.id— Kondisi kabel yang melintas dan bergelantungan di area persawahan dekat Masjid Safi’i Rohmah, Desa Alas Kembang, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, mulai meresahkan warga. Kabel yang tampak rendah, bahkan di sejumlah titik mendekati permukaan tanah, dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para petani yang setiap hari bekerja di lokasi tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan kabel membentang cukup panjang di atas lahan persawahan. Sebagian kabel terlihat ditopang menggunakan tiang bambu sederhana, sementara beberapa bagian lainnya tampak kendur dan berada pada posisi yang cukup rendah.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah warga. Selain mengganggu aktivitas di lahan pertanian, warga juga mempertanyakan jenis, fungsi, serta standar keamanan pemasangan kabel tersebut.
“Kami berharap segera ada pengecekan dan perbaikan. Jangan sampai kabel seperti ini dibiarkan terlalu lama karena bisa mengganggu aktivitas warga di sawah, apalagi kalau sampai membahayakan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga menilai kondisi kabel tersebut tidak seharusnya dibiarkan tanpa kepastian. Terlebih, area persawahan merupakan ruang terbuka yang setiap hari dilalui petani dengan berbagai aktivitas, termasuk membawa peralatan pertanian dan kendaraan pengangkut hasil panen.
Warga pun mendesak PLN Rayon Bangkalan untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan apakah kabel tersebut merupakan jaringan kelistrikan PLN atau jaringan lainnya. Jika berkaitan dengan jaringan listrik, pemeriksaan dan penanganan dinilai perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah potensi gangguan maupun kecelakaan.
“Jangan menunggu sampai terjadi sesuatu baru ada tindakan. Kami meminta pihak terkait turun ke lapangan, cek kabelnya, dan kalau memang membahayakan segera diperbaiki,” tegas warga.
Masyarakat berharap keluhan tersebut tidak berhenti sebatas laporan. Mereka meminta pihak terkait memberikan kejelasan kepada warga mengenai keberadaan kabel tersebut sekaligus memastikan pemasangannya memenuhi standar keselamatan.
Kabel yang dibiarkan menjuntai di tengah area aktivitas warga bukan sekadar persoalan estetika. Jika benar berada dalam kondisi tidak aman, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.












