PAMEKASAN Lintasmadura.id— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Pamekasan) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Bani Insan Peduli melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program budidaya ayam petelur. Kolaborasi ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan wirausaha produktif sekaligus mendukung pilar ketahanan pangan daerah.
Sinergi Strategis Pembinaan Kemandirian dan Pemberdayaan
Penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di area pembinaan kemandirian Lapas Pamekasan. Program budidaya ini mencakup pelatihan teknis pemeliharaan ternak, manajemen pakan, hingga tata kelola distribusi hasil panen telur. Langkah ini menjadi wujud nyata pemenuhan pembinaan vokasional berbasis kebutuhan pasar.
Kalapas Pamekasan Sugeng Handono menegaskan bahwa kemitraan dengan sektor non-pemerintah sangat krusial dalam memperluas cakupan pelatihan warga binaan. Sektor peternakan dipilih karena memiliki nilai ekonomis berkelanjutan serta potensi keterlibatan aktif bagi para peserta pembinaan selama masa pidana.
Sementara itu, Founder Yayasan Bani Insan Peduli, Ali Zaenal, menekankan pentingnya semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Menurutnya, program pelatihan ini bukan sekadar transfer keterampilan teknis, melainkan sarana membangun rasa percaya diri dan mentalitas mandiri bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
“Melalui program terpadu ini, hasil produksi telur ayam ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan internal lembaga pemasyarakatan sekaligus menyuplai pasar lokal Pamekasan. Skema ini sekaligus memperkuat posisi pemasyarakatan sebagai lembaga pembinaan yang berkontribusi nyata pada ekonomi daerah.” jelasnya Selasa 15 September 2026.
Pihak Lapas Pamekasan memastikan seluruh tahapan budidaya akan mendasarkan pada standar tata kelola peternakan yang baik. Evaluasi berkala juga akan dilakukan guna memastikan program pemberdayaan ini berjalan secara konsisten, terukur, dan berdampak jangka panjang bagi reintegrasi sosial warga binaa












