SUMENEP, Lintasmadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat kapasitas petani sebagai bagian dari strategi mendukung percepatan swasembada pangan yang menjadi agenda pemerintah pusat.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, mulai dari pelatihan, bimbingan teknis hingga sekolah lapang yang menyasar petani di wilayah daratan maupun kepulauan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan sarana produksi, tetapi juga kemampuan petani dalam mengelola usaha pertaniannya.
“Peningkatan kapasitas wawasan, keilmuan, dan keterampilan perlu terus dilakukan agar petani memiliki bekal yang memadai dalam mengelola lahan pertanian,” ujar Chainur Rasyid saat membuka bimbingan teknis modernisasi alat pertanian di Sumenep, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian menjadi penting seiring dengan penerapan teknologi pertanian modern. Petani perlu memahami penggunaan teknologi baru agar peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Salah satu teknologi yang kini dikembangkan Pemkab Sumenep adalah pompa air bertenaga surya. Teknologi tersebut menjadi bagian dari program modernisasi alat dan mesin pertanian sekaligus upaya membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian.
“Karena bagi petani di sini alat ini tergolong baru, maka perlu adanya bimbingan teknis tentang cara mengoperasikannya,” katanya.
Selain modernisasi peralatan, Pemkab Sumenep juga mendorong peningkatan produksi melalui program perluasan lahan pertanian dengan mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan atau lahan tidur.
Pada musim tanam tahun ini, luas sasaran perluasan lahan pertanian tersebut mencapai 40.548,28 hektare yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep.
Namun, hingga 25 September 2026, realisasi penanaman baru mencapai 12.836 hektare.
“Realisasi tanam sampai 25 September 2026 sudah mencapai 12.836 hektare,” jelas Chainur.
Untuk mempercepat realisasi program tersebut, DKPP Sumenep juga melibatkan unsur TNI dan Polri. Keterlibatan kedua institusi itu tidak hanya dalam mendukung pelaksanaan program, tetapi juga melalui pemanfaatan lahan yang mereka miliki untuk kegiatan pertanian.
“Yang melakukan penanaman bukan hanya petani, tetapi juga dilakukan oleh personel dari dua institusi ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejumlah lahan milik Kodim dan Polres Sumenep turut dioptimalkan untuk mendukung program perluasan lahan pertanian. Bahkan, pemanfaatan dilakukan hingga ke lahan pekarangan yang berada di lingkungan asrama masing-masing institusi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan lahan produktif sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sumenep.












