Saat Ribuan Warga Terpukau Tongtong, Petugas DLH Sumenep Diam-Diam Berjibaku Bersihkan Sampah

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP Lintasmadura.id— Gemuruh musik Tongtong membelah malam Kota Sumenep. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan parade budaya yang diikuti 27 grup dalam Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026.

 

Namun, di tengah sorak-sorai penonton dan kemeriahan peserta, ada pemandangan berbeda di bagian belakang rombongan. Sejumlah petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep terus bergerak menyusuri jalur festival.

 

Mereka bukan bagian dari rombongan pertunjukan. Tidak pula menjadi pusat perhatian. Tetapi keberadaan mereka menjadi penentu agar kemeriahan festival tidak berubah menjadi persoalan sampah.

 

Satu per satu botol plastik, bungkus makanan, kertas dan sampah lain yang berserakan dipungut. Petugas bergerak mengikuti iring-iringan peserta, membersihkan ruas jalan sesaat setelah rombongan melewatinya.

 

Pola tersebut dilakukan sejak festival dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Bahkan ketika suasana semakin larut dan sebagian warga mulai meninggalkan lokasi, para petugas masih terus bekerja.

 

Mereka baru benar-benar menuntaskan tugas setelah seluruh jalur yang digunakan peserta dipastikan kembali bersih.

 

Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, sebelumnya telah mengingatkan jajarannya agar aspek kebersihan menjadi perhatian serius selama pelaksanaan festival.

 

Instruksi tersebut kemudian diwujudkan dengan menempatkan petugas di sepanjang jalur parade. Mereka tidak sekadar menunggu kegiatan selesai, tetapi melakukan pembersihan secara langsung di belakang rombongan.

 

“Bagi mereka, tugas menjaga kebersihan tetap harus berjalan meskipun perhatian masyarakat tertuju pada pertunjukan musik Tongtong,” ujarnya.

 

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

 

Menurutnya, penyelenggaraan festival budaya tidak hanya berbicara mengenai kesenian dan tradisi, tetapi juga bagaimana masyarakat bersama pemerintah menjaga lingkungan di sekitar kegiatan.

 

Kecintaan terhadap budaya Madura, kata dia, semestinya berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

 

“Budaya yang lestari membutuhkan lingkungan yang terjaga. Karena itu, semangat melestarikan budaya harus berjalan bersama dengan kebiasaan menjaga kebersihan,” paparnya.

 

Bagi Pemkab Sumenep, kebersihan menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan publik yang nyaman bagi masyarakat. Festival yang mampu menarik ribuan pengunjung harus pula diimbangi dengan kesiapan pengelolaan lingkungan.

 

Hal itu terlihat dari kerja petugas DLH yang tetap bertahan ketika kemeriahan festival mulai berakhir.

 

Saat sebagian masyarakat telah pulang dan suara musik tak lagi menggema, pekerjaan mereka belum selesai. Sampah yang tersisa di sepanjang jalur festival kembali disisir hingga kondisi jalan benar-benar bersih.

 

Kerja mereka mungkin berlangsung tanpa panggung, sorotan lampu maupun tepuk tangan. Namun, para petugas kebersihan menjadi bagian penting di balik suksesnya Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026.

 

Sebab, kemeriahan sebuah festival bukan hanya tentang bagaimana sebuah pertunjukan mampu menghibur masyarakat, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut meninggalkan kesan baik tanpa meninggalkan sampah di lingkungan.

(Delli)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib
Polri Ruang Demokrasi Terjaga, Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai
Polres Magetan Beri Penghargaan untuk 13 Korlap PSHT atas Dedikasi Jaga Kamtibmas
Mas Syah Lantik Mabigus Sekaligus Pengurus Gugus Depan 01.087 Pangkalan Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Trenggalek
Pansus II DPRD Trenggalek Bahas Perubahan Perda, Tarif RS Panggul dan Sewa Ruko Prigi Belum Final
Lewat Jumat Berkah, Satlantas Polresta Sumenep Perkuat Kedekatan dengan Warga
Pemkab Sumenep Isi 55 Jabatan Administrator dan Pengawas, Wabup Tekankan Kinerja dan Integritas
Ormas Madas Nusantara Akan Dorong Penjarakan Perampas Hak Kompensasi Nelayan Sampang Rp.21 Milyar Dari Petronas, Malaysia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 15:44 WIB

Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

Jumat, 25 September 2026 - 15:42 WIB

Polri Ruang Demokrasi Terjaga, Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Jumat, 25 September 2026 - 15:40 WIB

Polres Magetan Beri Penghargaan untuk 13 Korlap PSHT atas Dedikasi Jaga Kamtibmas

Jumat, 25 September 2026 - 15:00 WIB

Saat Ribuan Warga Terpukau Tongtong, Petugas DLH Sumenep Diam-Diam Berjibaku Bersihkan Sampah

Jumat, 25 September 2026 - 13:32 WIB

Mas Syah Lantik Mabigus Sekaligus Pengurus Gugus Depan 01.087 Pangkalan Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Trenggalek

Berita Terbaru