SUMENEP Lintasmadura.id– Pemerintah Kabupaten Sumenep semakin serius menggarap potensi sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperluas jaringan promosi dengan melibatkan biro perjalanan atau travel.
Upaya tersebut dilakukan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep untuk memperkenalkan beragam destinasi wisata di Kota Keris kepada masyarakat di luar daerah.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, menyampaikan bahwa keterlibatan biro perjalanan menjadi bagian penting dalam memperluas pasar wisata. Melalui kolaborasi tersebut, destinasi yang ada di Sumenep diharapkan semakin mudah dikenal dan masuk dalam pilihan perjalanan wisatawan.
“Kerja sama dengan biro travel dan peningkatan promosi melalui flyer diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata Faruk.
Selain menggandeng pelaku usaha perjalanan, Disbudporapar juga memperkuat promosi menggunakan flyer yang berisi informasi mengenai objek wisata sekaligus berbagai kuliner khas Sumenep.
Menurut Faruk, strategi promosi tersebut dibuat agar wisatawan memperoleh informasi yang lebih lengkap. Dengan demikian, perjalanan ke Sumenep tidak hanya berorientasi pada kunjungan ke destinasi, tetapi juga membuka peluang wisatawan menikmati produk kuliner lokal.
“Tujuannya agar calon wisatawan paham dan mengerti tentang wisata dan kuliner yang dimiliki Sumenep,” ujarnya.
Faruk menambahkan, penguatan promosi dan kerja sama lintas sektor menjadi modal untuk mengejar target kunjungan wisatawan serta pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada 2026.
Ia meyakini, pertumbuhan kunjungan wisatawan akan membawa dampak positif yang lebih luas. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di kawasan objek wisata, tetapi juga berpotensi dirasakan pelaku UMKM, pedagang, penyedia jasa transportasi, hingga sektor usaha lainnya.
“Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar destinasi wisata,” jelasnya.
Untuk mendukung target tersebut, Disbudporapar Sumenep akan terus melakukan pembenahan, baik dalam hal promosi maupun pengembangan destinasi wisata agar semakin layak dan menarik dikunjungi.
Faruk berharap peningkatan sektor pariwisata mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Selain memperkuat perekonomian daerah, berkembangnya aktivitas wisata diharapkan dapat memperluas pasar UMKM dan ikut membuka lapangan pekerjaan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan agar bisa meningkatkan kunjungan wisata sehingga nanti berdampak pada peningkatan UMKM dan menurunkan jumlah pengangguran,” tandasnya.












