Tulungagung, Lintasmadura.id -Bernostalgia Fest 2026 menjadi event yang mengusung konsep nuansa temo dulu. Tapi dari ratusan stand yang disediakan, ternyata tidak semua diisi oleh pedagang kuliner jadul, (07/08/2026).
Event Tulungagung Bernostalgia Fest 2026 digelar di Aloon-Aloon Tulungagung. Masyarakat bisa datang mencicipi berbagai kuliner dari lapak UMKM. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026.
Ketua Panitia Tulungagung Bernostalgia Fest 2026, Maharani Litasari mengatakan, jumlah stand mencapai 216 tenda untuk kuliner.
“Pedagang yang berjualan harus melampirkan KTP. Karena kami ingin memprioritaskan UMKM Tulungagung,” ujarnya.
Panitia ingin menghadirkan pedagang atau UMKM yang berjualan kuliner jadul, mengingat Tulungagung Bernostalgia Fest memiliki konsep “tempo dulu”. Tapi, panitia cukup kesulitan dalam memenuhi ekspektasi tersebut.
“Sebenarnya kami itu targetnya 100 persen jadul. Cuman ya susah. Terus kami memberi dua tenan tempat, jadi area UMKM masa lalu dan masa kini,” terangnya.
Dari ratusan stand yang tersedia akan dibagi dalam dua segmen yakni kuliner jadul dan kuliner masa kini. Hal ini dilakukan untuk menghindari persaingan antar pedagang.
“Kami juga meminta pedagang untuk menyertakan harga dimasing-masing stand. Biar orang-orang tidak takut untuk membeli,” jelasnya.
Maharani mengungkapkan, setiap stand panitia menjual dengan harga Rp600 ribu untuk tiga hari kegiatan. Pedagang akan mendapat fasilitas berupa tenda, listrik dan fasilitas lainya.
“Kami juga berikan MoU kepada pedagang agar menjual sesuai ketentuan,” pungkasnya.
(jnt).












