PAMEKASAN lintasmadura.id— Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memperparah krisis air bersih di sejumlah wilayah pelosok. Merespons kondisi krisis tersebut, PMI Pamekasan memperluas jangkauan distribusi air bersih guna menyokong kebutuhan dasar masyarakat terdampak dampak kemarau.
Bekerja sama dengan BPBD Pamekasan, aksi tanggap darurat ini difokuskan pada desa-desa yang masuk dalam pemetaan wilayah kekeringan langka dan kritis, demi memastikan bantuan air bersih terdistribusi secara merata.
Langkah kolaboratif ini menjadi tumpuan utama warga yang kesulitan mengakses air pasokan domestik akibat mengeringnya sumber-sumber air sumur warga sejak beberapa pekan terakhir.
“Distribusi itu merupakan komitmen kemanusiaan PMI Pamekasan bersama BPBD dalam merespons kekeringan. Kami mengupayakan agar seluruh daerah yang melapor kekurangan pasokan air segera terjangkau secara adil dan berkelanjutan,” kata PMI Pamekasan Sigit Prayitno, sabtu 1 Agustus 2026.
Sementara itu, berdasarkan data yang sudah terverifikasi pada musim kemarau 2025, wilayah terdampak kekeringan tersebar di 11 dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Kecamatan tersebut meliputi Galis, Proppo, Palengaan, Pegantenan, Larangan, Kadur, Waru, Batumarmar, Pasean, Tlanakan, dan Pademawu.
Selain menyalurkan bantuan fisik, tim lapangan juga terus melakukan asesmen rutin guna mengantisipasi perluasan dampak kekeringan jika masa pancaroba mengalami penundaan. Langkah terpadu itu diharapkan mampu menjaga stabilitas kesehatan dan sanitasi lingkungan warga Pamekasan hingga musim penghujan tiba.
Penulis : Habibi












