SAMPANG Lintasmadura.id – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Pawai Ta’aruf Santri Pondok Pesantren Nurul Furqon 2026 yang digelar pada Minggu (31/05/2026) di Dusun Pale Daya, Desa Karang Nagger, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin dua tahunan Pondok Pesantren Nurul Furqon di bawah asuhan Kiai Nanang Khosim tersebut berlangsung meriah dan sukses menarik perhatian masyarakat. Sejak pagi hari, ratusan santri bersama para ustaz dan dewan guru telah memadati lokasi untuk mengikuti pawai yang dimulai pukul 07.00 WIB.
Dengan mengenakan beragam atribut dan busana yang menarik, para santri berjalan tertib menyusuri rute pawai sambil menampilkan berbagai kreativitas yang mencerminkan semangat pendidikan dan nilai-nilai keislaman. Kehadiran drumband yang mengiringi barisan peserta semakin menambah semarak suasana dan menghibur masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan.
Momen istimewa juga dirasakan oleh para santri yang telah menyelesaikan khatam Al-Qur’an. Mereka mengikuti pawai dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan atas capaian yang telah diraih dalam menempuh pendidikan agama di lingkungan pesantren.
Tak hanya menjadi ajang perkenalan santri kepada masyarakat, pawai ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan keterampilan. Atraksi kuda menari menjadi salah satu penampilan yang paling menyita perhatian. Aksi tersebut mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari warga yang antusias menyaksikan jalannya acara.
Kemeriahan Pawai Ta’aruf tidak hanya menjadi simbol dimulainya tahun ajaran baru, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pesantren, wali santri, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Nurul Furqon ingin menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta semangat belajar kepada para santri sebagai generasi penerus bangsa dan agama.
Dengan berlangsungnya kegiatan yang aman, tertib, dan penuh kegembiraan ini, Pondok Pesantren Nurul Furqon kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pembelajaran agama, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial dan budaya di tengah masyarakat.
Penulis: Safiuddin | LintasMadura.id



