SUMENEP Lintasmadura.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep terus menggencarkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satunya lewat program Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill yang menyasar warga di kawasan rawan narkoba.
Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, pelatihan tata boga digelar di Balai Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (21/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
Program yang digagas Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Sumenep itu tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan memasak, namun juga dibarengi edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Penyuluh Narkoba BNNK Sumenep, Latiful Minani, S.Pd., menyampaikan bahwa penguatan keterampilan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan produktif.
Menurutnya, upaya memerangi narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat diharapkan memiliki kegiatan yang positif serta peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Ia juga menilai peran ibu rumah tangga sangat penting dalam membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman narkoba.
“Ibu rumah tangga memiliki posisi strategis dalam mengawasi dan menjaga lingkungan keluarga agar tetap sehat serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Sementara itu, Katim P2M BNNK Sumenep menegaskan bahwa program lifeskill merupakan bentuk nyata kehadiran BNN dalam membantu masyarakat kawasan rentan narkoba agar lebih mandiri secara ekonomi.
Menurutnya, pelatihan tata boga tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, tetapi diarahkan untuk membuka peluang usaha rumahan bagi peserta.
“Keterampilan yang diberikan diharapkan bisa dikembangkan menjadi usaha produktif yang bernilai ekonomi dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan membuat berbagai olahan makanan seperti sambal bawang ikan tongkol, kue serpot keju, nugget ayam, hingga risol ayam.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Para peserta mengikuti demonstrasi hingga praktik memasak secara berkelompok sebelum akhirnya dilakukan evaluasi hasil masakan sebagai penutup kegiatan.



