Proyek Revitalisasi SD Negeri 2 Alasmalang Senilai Rp736 Juta Disorot, Kualitas Material Bangunan Dikeluhkan

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ALASMALANG Lintasmadura.id— Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 2 Alasmalang menuai sorotan warga dan pemerhati pembangunan daerah. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Direktorat Sekolah Dasar) tersebut disinyalir menggunakan bahan material yang tidak memenuhi spesifikasi standar.

 

Berdasarkan data papan informasi proyek, kegiatan fisik bernilai Rp736.648.880 ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan masa kerja 90 hari kalender, terhitung sejak Juli hingga Oktober 2026.

 

Namun, di tengah perjalanan pengerjaan, beredar keluhan dan temuan lapangan terkait indikasi penggunaan material bangunan yang diragukan kualitasnya. Beberapa poin keberatan mendasar meliputi penggunaan semen yang diduga tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) serta penggunaan kerangka galvalum (baja ringan) campuran yang dikhawatirkan mengabaikan ketahanan struktur. Selain itu, kejelasan asal-usul pasokan material yang digunakan di lokasi proyek turut dipertanyakan.

 

 

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih mengupayakan konfirmasi dan ruang tanggapan (right of reply) dari beberapa pihak kunci:

 

Ketua/Pengurus P2SP SD Negeri 2 Alasmalang selaku penanggung jawab teknis pelaksanaan di lapangan.

 

Kepala SD Negeri 2 Alasmalang terkait pengawasan internal sekolah atas penggunaan dana bantuan pemerintah.

 

Tim Pengawas/Konsultan Teknis dari Dinas Pendidikan setempat atau Kementerian untuk memastikan uji petik mutu material semen dan galvalum yang terpasang.

 

Penggunaan anggaran negara bernilai ratusan juta rupiah untuk fasilitas pendidikan publik menuntut akuntabilitas tinggi, mengingat kualitas bangunan sekolah berdampak langsung terhadap keselamatan murid dan tenaga pengajar dalam jangka panjang.

Redaksi akan terus memperbarui informasi seiring didapatkannya klarifikasi dari pihak-pihak berwenang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngaji Gus Baha Satukan Santri dan Jajaran Polri Se-Indonesia, 42 Ribu Peserta Gaungkan Semangat Kebangsaan
Kapolri Luncurkan STNK Digital dan Pembayaran Tilang Terintegrasi
Polres Blitar Salurkan Bantuan Air Bersih dan Sembako bagi Warga Terdampak Kekeringan
Polres Kediri Bangun Sumur Bor di Yayasan Yatim Dhuafa, Atasi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Kurir bawa 100,72 gram Sabu
Pemdes Batang-Batang Laok Salurkan Bantuan Pangan, 740 Penerima Masing-Masing Dapat 30 Kg
Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib
Polri Ruang Demokrasi Terjaga, Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:02 WIB

Ngaji Gus Baha Satukan Santri dan Jajaran Polri Se-Indonesia, 42 Ribu Peserta Gaungkan Semangat Kebangsaan

Sabtu, 26 September 2026 - 18:01 WIB

Kapolri Luncurkan STNK Digital dan Pembayaran Tilang Terintegrasi

Sabtu, 26 September 2026 - 17:57 WIB

Polres Blitar Salurkan Bantuan Air Bersih dan Sembako bagi Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 26 September 2026 - 17:55 WIB

Polres Kediri Bangun Sumur Bor di Yayasan Yatim Dhuafa, Atasi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau

Sabtu, 26 September 2026 - 17:53 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Kurir bawa 100,72 gram Sabu

Berita Terbaru