Pengawasan Dermaga Kalianget Disorot Usai Truk Bermuatan Bahan Bangunan Terguling

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Lintasmadura.id – Insiden truk terguling saat hendak memasuki kapal penyeberangan di Dermaga 1 Kalianget, Kabupaten Sumenep, Rabu (16/9/2026), memunculkan sorotan terhadap sistem pengawasan kendaraan dan muatan di kawasan pelabuhan.

 

Truk dengan nomor polisi M 8661 X tersebut diketahui mengangkut berbagai jenis barang, di antaranya bahan bangunan, besi, genting, serta kebutuhan pokok. Kendaraan itu juga dilaporkan membawa seekor kuda.

 

Peristiwa terjadi ketika truk hendak masuk ke KMP Hulalo. Saat berada di area dermaga, kendaraan tersebut tiba-tiba kehilangan keseimbangan hingga terguling. Dalam kejadian itu, dua unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi turut tertimpa.

 

Tidak ada informasi mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kejadian ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan kendaraan, penumpang, serta aktivitas pelayaran di jalur penyeberangan Kalianget.

 

Salah seorang pemerhati transportasi dari Brigade 571 TMP, Sarkawi, yang berada di sekitar lokasi kejadian, menyoroti mekanisme pengaturan kendaraan yang diperbolehkan masuk ke kapal.

 

Menurut Sarkawi, KMP Hulalo sebelumnya mendapat ketentuan maksimal 20 truk, kemudian jumlah tersebut disebut dikurangi menjadi 17 truk oleh pihak Syahbandar/KSOP Kalianget. Selain kendaraan angkutan barang, kapal juga melayani kendaraan umum dan sepeda motor.

 

Namun, menurut dia, pembatasan jumlah kendaraan saja belum cukup apabila tidak disertai pemeriksaan terhadap kondisi serta berat muatan masing-masing kendaraan.

 

“Jangan hanya jumlah truk yang diperhatikan. Muatan setiap kendaraan juga harus diperiksa dan dipastikan sesuai ketentuan keselamatan,” ujar Sarkawi.

 

Sarkawi juga mempertanyakan keberadaan sejumlah sepeda motor yang disebut sudah berada di dalam KMP Hulalo ketika dirinya melakukan pemantauan di lapangan. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan kendaraan roda dua tersebut masuk ke kapal.

 

Menurutnya, persoalan keselamatan pelayaran tidak hanya berkaitan dengan jumlah kendaraan yang masuk ke kapal, tetapi juga distribusi dan kapasitas muatan yang dibawa masing-masing kendaraan.

 

Ia meminta Kementerian Perhubungan melalui instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pemeriksaan kendaraan dan barang sebelum kapal berangkat.

 

“Kami meminta dilakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap muatan kapal, khususnya truk yang membawa barang dalam jumlah besar. Jangan sampai persoalan muatan justru mengabaikan aspek keselamatan pelayaran,” katanya.

 

Sarkawi menilai petugas di lapangan perlu memastikan setiap kendaraan yang hendak naik kapal memenuhi ketentuan, baik dari sisi jumlah kendaraan maupun kelayakan dan kapasitas muatannya.

 

Menurut dia, apabila pengawasan hanya berorientasi pada jumlah kendaraan tanpa memeriksa berat dan jenis barang yang dibawa, maka potensi persoalan keselamatan tetap ada.

 

Karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep bersama Syahbandar/KSOP Kalianget memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang menggunakan jasa penyeberangan.

 

“Jangan tinggal diam. Aturan harus ditegakkan demi keselamatan pelayaran dan keselamatan masyarakat. Jangan sampai kepentingan tertentu mengalahkan aturan keselamatan,” tegasnya.

 

Ia juga berharap seluruh pihak yang berkepentingan di pelabuhan dapat mengutamakan standar keselamatan dan tidak memberikan kelonggaran terhadap kendaraan maupun muatan yang tidak memenuhi ketentuan.

 

Sementara itu, terkait penyebab pasti truk terguling, termasuk apakah faktor muatan, keseimbangan kendaraan, kondisi kendaraan, atau faktor lainnya, masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

 

Kejadian tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pengelola pelabuhan dan instansi terkait untuk mengevaluasi prosedur pemeriksaan kendaraan sebelum naik kapal, sehingga keselamatan penumpang, awak kapal, pengemudi, maupun pengguna jasa penyeberangan tetap menjadi prioritas.

(Redaksi)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Petakan Kantong Kemiskinan, Ekonomi Warga Jadi Sasaran Utama
Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Lewat PMK, Warga Setia Bakti Sampaikan Keluhan Soal Lampu Jalan, Air Bersih Hingga BBM Kepada Kapolsek
Sumenep-Blitar Jalin Kerja Sama, Bidik Pengembangan Pertanian hingga Kelautan
POLRESTA SUMENEP UNGKAP KASUS NARKOTIKA JENIS SABU DI KANGEAN, SATU ORANG DIAMANKAN
Musim Kemarau, Polres Jember Perkuat Patroli Kawasan Hutan Cegah Karhutla
Sumenep Siapkan Lahan 30 Hektare untuk Dorong KEK Tembakau Madura
Pajak dan KIR Jadi Sorotan, Tim Gabungan Tertibkan Kendaraan di Perbatasan Sumenep
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:27 WIB

Bappeda Sumenep Petakan Kantong Kemiskinan, Ekonomi Warga Jadi Sasaran Utama

Kamis, 17 September 2026 - 19:13 WIB

Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Kamis, 17 September 2026 - 17:26 WIB

Lewat PMK, Warga Setia Bakti Sampaikan Keluhan Soal Lampu Jalan, Air Bersih Hingga BBM Kepada Kapolsek

Kamis, 17 September 2026 - 16:56 WIB

Sumenep-Blitar Jalin Kerja Sama, Bidik Pengembangan Pertanian hingga Kelautan

Kamis, 17 September 2026 - 14:40 WIB

POLRESTA SUMENEP UNGKAP KASUS NARKOTIKA JENIS SABU DI KANGEAN, SATU ORANG DIAMANKAN

Berita Terbaru