Diduga Aniaya Menantu, Pria Asal Menganti, Desa Gempol Kurung RT 04, RW 05, Dilaporkan ke Polres Gresik

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK,lintasmadura.id_Dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga kembali mencuat di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Seorang perempuan, Susilowati Ningsih, melaporkan mertuanya berinisial S (50) alias Srontol ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gresik atas dugaan tindak pidana penganiayaan.

 

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Masyarakat (STTLP) Polres Gresik dengan nomor STTLP/M997.Satreskrim/IX/2026/SPKT/Polres Gresik, tertanggal Sabtu, 12 September 2026.

 

Dalam dokumen pengaduan, Susilowati menerangkan dugaan penganiayaan terjadi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB, di rumah mertuanya di Dusun Kutil, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

 

Berdasarkan kronologi yang dituangkan dalam laporan, persoalan bermula ketika Susilowati terlibat cekcok dengan suaminya, Dimas Yoki, yang disebut menikah secara siri. Situasi kemudian memanas setelah mertua korban, S, disebut ikut campur dalam persoalan tersebut.

 

Korban mengaku sempat meminta agar S tidak ikut mencampuri urusannya dengan suami. Namun, teguran tersebut justru disebut memicu pertengkaran.

 

Dalam kondisi korban sedang duduk, S diduga melakukan kekerasan dengan menendang bagian punggung sebelah kiri korban. Tidak berhenti di situ, korban juga mengaku rambutnya dicekik atau ditarik hingga kepalanya terbentur tembok ruang keluarga.

 

“Kenapa sampai main tangan kayak gini.” ungkap korban.

 

Setelah kejadian tersebut, korban mengaku berupaya keluar dari rumah. Namun, seluruh pintu disebut dalam kondisi terkunci sehingga dirinya tidak dapat segera meninggalkan lokasi.

 

Korban baru dapat keluar sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah itu, Susilowati disebut meminta izin kepada ibu mertuanya, Endah Mimbarwati, untuk bekerja. Namun, kesempatan itu digunakan oleh korban untuk mendatangi rumah temannya, Yuni, dan menceritakan dugaan kekerasan yang dialaminya.

 

Selanjutnya, korban diantar oleh temannya ke Polres Gresik untuk membuat laporan polisi.

 

Hingga berita ini diangkat, belum ada keterangan dari terlapor. Keberadaan S sekarang juga belum diketahui.

 

WER/UKI BIMA PRATAMA

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prestasi Membanggakan RSUD Sumenep Diganjar Seva Paramahita Award 2026
Demo BBM di Kantor Pertamina Makassar Berujung Ricuh, Kader HMI Luka di Kepala
Ratusan Demonstran Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Pertamina Makassar 
Satu Warga Meninggal, Puluhan Lainnya Sakit Usai Tahlilan, Ini Penjelasan Kapolsek Seputih Mataram
Bertahun-tahun Tambal Sulam, Kondisi Jalan Sumenep-Kalianget Kembali Dipertanyakan
Dua Maling Motor yang Masih se Darah di Burneh, Diamankan Satreskrim Polres Bangkalan
Polemik Lahan 105 Pinggirpapas Kembali Memanas, Kuasa Hukum: “Itikad Kami Bukan Omong Kosong!”
Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak di Sekolah, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Pelajar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:55 WIB

Prestasi Membanggakan RSUD Sumenep Diganjar Seva Paramahita Award 2026

Selasa, 15 September 2026 - 06:57 WIB

Demo BBM di Kantor Pertamina Makassar Berujung Ricuh, Kader HMI Luka di Kepala

Selasa, 15 September 2026 - 06:54 WIB

Ratusan Demonstran Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Pertamina Makassar 

Selasa, 15 September 2026 - 06:51 WIB

Satu Warga Meninggal, Puluhan Lainnya Sakit Usai Tahlilan, Ini Penjelasan Kapolsek Seputih Mataram

Senin, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Bertahun-tahun Tambal Sulam, Kondisi Jalan Sumenep-Kalianget Kembali Dipertanyakan

Berita Terbaru