PAMEKASAN Lintasmadura id – Semangat kepedulian dan gotong royong ditunjukkan jajaran pemasyarakatan di Madura melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Desa Nyalabu Daya, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran pemasyarakatan tidak hanya sebatas menjalankan tugas pembinaan, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program kemanusiaan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif oleh Rutan Kelas IIB Sumenep, Lapas Kelas IIA Pamekasan, dan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Ketiga instansi tersebut bersinergi membantu renovasi rumah milik Misnaya, seorang warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi yang memerlukan perhatian serius.
Dalam pelaksanaannya, petugas pemasyarakatan terlibat langsung dalam proses pembangunan. Mereka bergotong royong memperbaiki rumah agar menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian sosial jajaran pemasyarakatan kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan pemasyarakatan harus mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, tidak hanya dalam lingkup pembinaan warga binaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa insan pemasyarakatan memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan siap hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, program bedah rumah sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, yang mendorong seluruh jajaran pemasyarakatan untuk aktif menjalankan program-program sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Aditya berharap rumah yang telah direnovasi dapat membawa perubahan positif bagi keluarga penerima bantuan. Selain memberikan tempat tinggal yang lebih layak, program tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan optimisme dan semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap keluarga. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kenyamanan sekaligus harapan baru bagi penerima manfaat,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai keterlibatan langsung petugas pemasyarakatan dalam proses pembangunan menjadi contoh nyata hadirnya negara melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui program ini, jajaran pemasyarakatan di Madura kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gotong royong. Tidak sekadar memperbaiki bangunan rumah, kegiatan ini juga menjadi upaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan bermartabat bagi warga yang membutuhkan.














