SUMENEP, Lintasmadura.id – Rangkaian peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Sumenep resmi dimulai. PCNU Sumenep membuka agenda tersebut melalui Kick Off Hari Santri yang berlangsung di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Kamis (1/10/2026).
Mengusung tema “Santri Berdaya, Pesantren Maju, Indonesia Jaya”, kegiatan tersebut menjadi awal dari berbagai agenda yang akan digelar PCNU Sumenep sepanjang Oktober.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus NU dan sejumlah tokoh. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap rangkaian peringatan Hari Santri yang digagas PCNU Sumenep.
Selain mengikuti prosesi Kick Off, Bupati Fauzi juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah anak yatim melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep.
Penyaluran bantuan itu menjadi salah satu bagian dari pesan sosial yang dibawa dalam peringatan Hari Santri. Momentum tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Bupati Fauzi menyampaikan apresiasi terhadap PCNU Sumenep yang menyusun rangkaian kegiatan selama Oktober. Menurutnya, Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang kembali kiprah ulama, kiai, santri, dan para pejuang yang memiliki kontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa.
“Hari Santri ini sangat penting untuk memperingati dan menghargai para syuhada dan kiai-kiai kita dalam memperjuangkan kemerdekaan,” kata Fauzi.
Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan tersebut perlu terus dirawat agar tidak berhenti sebagai bagian dari catatan sejarah. Semangat itu, kata dia, dapat menjadi landasan untuk memperkuat kebersamaan dan membangun daerah.
“Kami tentu sangat mengapresiasi acara yang dicanangkan. Rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menghargai perjuangan para pendahulu kita,” ujarnya.
Fauzi berharap seluruh agenda Hari Santri dapat berjalan dengan baik dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Ia juga mendorong agar nilai perjuangan yang diwariskan para kiai dan santri terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri berjalan lancar dan memberikan manfaat. Semangat perjuangan para kiai dan santri harus terus kita jaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pj Ketua PWNU Jawa Timur KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, lembaga dan badan otonom NU, serta pengurus MWCNU se-Kabupaten Sumenep.
Prosesi Kick Off ditandai dengan peluncuran visual melalui layar digital. Prosesi itu dilakukan bersama Gus Firjaun, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Rais PCNU Sumenep KH A. Washil Hasyim, Ketua PCNU Sumenep KH Md. Widadi Rahim, serta Ketua Panitia Abdul Hadi.
Setelah Kick Off, sejumlah kegiatan akan dilaksanakan sepanjang Oktober 2026. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya PCNU Sumenep memperingati Hari Santri sekaligus memperkuat peran santri dan pesantren dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Dengan dimulainya rangkaian tersebut, Hari Santri 2026 di Sumenep diharapkan menjadi momentum untuk menjaga ingatan sejarah, memperkuat kepedulian sosial, dan meneruskan nilai perjuangan para ulama serta santri kepada generasi berikutnya.










