Sumenep Diserbu 1,5 Juta Wisatawan, Event Budaya Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Lintasmadura.id – Bukan sekadar ramai di panggung, geliat pariwisata Kabupaten Sumenep mulai tercermin dari derasnya arus wisatawan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, lebih dari 1,5 juta wisatawan tercatat berkunjung ke kabupaten di ujung timur Pulau Madura tersebut.

 

Lonjakan kunjungan itu berjalan beriringan dengan strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep yang menjadikan Calendar of Event sebagai salah satu instrumen untuk mempromosikan destinasi sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Berbagai festival, pertunjukan seni, dan agenda budaya dikemas untuk menghadirkan alasan baru bagi wisatawan datang ke Sumenep. Pemerintah daerah tidak ingin aktivitas tersebut berhenti sebagai tontonan, tetapi diharapkan turut menciptakan pergerakan ekonomi di tengah masyarakat.

 

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan penyelenggaraan event merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata.

 

“Ini adalah salah satu langkah strategis kita. Selain mendongkrak angka kunjungan wisata ke Sumenep, target utamanya adalah memberikan asas manfaat langsung pada perputaran ekonomi masyarakat lokal,” kata Faruk, Senin (14/9/2026).

 

Menurut Faruk, angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa potensi wisata Sumenep tidak hanya bertumpu pada panorama alam. Seni, budaya, serta tradisi masyarakat juga menjadi daya tarik yang terus dikembangkan untuk memperkuat karakter pariwisata daerah.

 

Perhatian kini diarahkan pada pelaksanaan Madura Culture Festival (MCF) 2026. Event tersebut diproyeksikan mampu menarik sekitar 150 ribu pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.

 

Jika target kunjungan tersebut terealisasi, aktivitas ekonomi di sekitar penyelenggaraan event berpotensi ikut meningkat. Sebab, wisatawan yang datang membutuhkan berbagai layanan selama berada di Sumenep.

 

Faruk mengatakan efek ekonomi tersebut dapat dirasakan oleh pelaku UMKM, pedagang kuliner, penjual oleh-oleh, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola hotel dan penginapan.

 

“Dampaknya sangat luas. Para pelancong yang datang tidak sekadar menonton, mereka pasti berbelanja. Mulai dari pelaku UMKM, pedagang kuliner, sentra oleh-oleh, penyedia jasa transportasi, hingga sektor perhotelan dan penginapan, semuanya ikut meraup untung,” ujarnya.

 

Karena itu, Disbudporapar Sumenep memastikan pengembangan Calendar of Event akan terus dilakukan. Konsep kegiatan diarahkan agar semakin atraktif, memiliki kualitas, sekaligus mampu menjaga ketertarikan wisatawan terhadap Sumenep.

 

Penguatan sektor pariwisata juga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi dengan seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat dinilai penting agar setiap event memberikan pengalaman yang lebih kuat bagi pengunjung.

 

“Sumenep tidak sekadar menjual keindahan tempat wisata, tetapi juga menawarkan pengalaman otentik lewat kekayaan seni, budaya, dan tradisi masyarakatnya,” kata Faruk.

 

Ia menegaskan, keberhasilan event tidak semata diukur dari ramainya penonton. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu membawa manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

 

“Event adalah ujung tombak promosi pariwisata kita. Intinya, kita ingin pengunjung datang mendapat pengalaman yang berkesan, dan yang paling penting, masyarakat Sumenep bisa merasakan dampak ekonomi yang nyata dari kehadiran mereka,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Walmas Desak Bupati Luwu Cabut Hibah Lahan Unanda di Walmas
Bappeda Sumenep Petakan Kantong Kemiskinan, Ekonomi Warga Jadi Sasaran Utama
Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Lewat PMK, Warga Setia Bakti Sampaikan Keluhan Soal Lampu Jalan, Air Bersih Hingga BBM Kepada Kapolsek
Sumenep-Blitar Jalin Kerja Sama, Bidik Pengembangan Pertanian hingga Kelautan
POLRESTA SUMENEP UNGKAP KASUS NARKOTIKA JENIS SABU DI KANGEAN, SATU ORANG DIAMANKAN
Musim Kemarau, Polres Jember Perkuat Patroli Kawasan Hutan Cegah Karhutla
Sumenep Siapkan Lahan 30 Hektare untuk Dorong KEK Tembakau Madura
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:30 WIB

Pemuda Walmas Desak Bupati Luwu Cabut Hibah Lahan Unanda di Walmas

Kamis, 17 September 2026 - 22:27 WIB

Sumenep Diserbu 1,5 Juta Wisatawan, Event Budaya Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 19:27 WIB

Bappeda Sumenep Petakan Kantong Kemiskinan, Ekonomi Warga Jadi Sasaran Utama

Kamis, 17 September 2026 - 19:13 WIB

Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Kamis, 17 September 2026 - 17:26 WIB

Lewat PMK, Warga Setia Bakti Sampaikan Keluhan Soal Lampu Jalan, Air Bersih Hingga BBM Kepada Kapolsek

Berita Terbaru