SUMENEP lintasmadura.id– Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terus memperkuat komitmen mewujudkan pendidikan yang setara bagi seluruh anak, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Komitmen itu ditunjukkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Sekolah Inklusif Tahun 2026 yang resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd., MT, di Hotel Azmi, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan satuan pendidikan dalam memberikan layanan yang mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik.
Dalam sambutannya, Iksan menegaskan bahwa hak memperoleh pendidikan merupakan milik setiap anak tanpa terkecuali. Perbedaan kondisi fisik, karakter, latar belakang, maupun kebutuhan khusus tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kesempatan seseorang mendapatkan pendidikan yang layak.
“Pendidikan inklusif merupakan wujud komitmen bersama untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak dalam memperoleh layanan pendidikan,” kata Iksan.
Ia menjelaskan, konsep sekolah inklusif tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemenuhan aturan atau kebijakan. Prinsip tersebut harus menjadi bagian dari budaya sekolah sehingga tercipta lingkungan belajar yang ramah, aman, terbuka, dan bebas dari diskriminasi.
Menurutnya, setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan juga perlu disesuaikan agar setiap anak memperoleh ruang yang cukup untuk berkembang berdasarkan kemampuan dan kebutuhannya masing-masing.
“Sekolah inklusi bukan hanya tempat belajar, tetapi lingkungan yang harus mampu mendukung setiap anak agar berkembang sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Melalui Bimtek ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mendorong satuan pendidikan untuk semakin siap menerapkan layanan inklusif secara nyata. Harapannya, sekolah mampu menjadi ruang pendidikan yang terbuka bagi semua anak sekaligus memastikan tidak ada peserta didik yang terpinggirkan karena perbedaan yang dimilikinya.












