SUMENEP Lintasmadura.id– Kinerja Askab PSSI Kabupaten Sumenep dalam membina sepak bola usia dini mendapat apresiasi dari Ketua LBH CKS sekaligus Ketua LSM GMAS DPD Kabupaten Sumenep, Agus Hariyanto, ST, yang akrab disapa Agus Ravy.
Menurut Agus Ravy, di tengah berbagai perbincangan mengenai kondisi sepak bola senior di Sumenep, pembinaan pemain usia dini justru menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Hal itu terlihat dari konsistensi Askab PSSI Sumenep dalam menyelenggarakan kompetisi kelompok umur secara rutin.
“Askab PSSI Sumenep terus aktif menggelar kompetisi usia dini, mulai kelompok usia 12 tahun, 13 tahun hingga 15 tahun. Ini merupakan langkah nyata dalam mencetak bibit-bibit pesepak bola berbakat,” ujarnya.
Memasuki musim kompetisi tahun 2026, Askab PSSI Kabupaten Sumenep juga mencatat sejarah baru dengan menerapkan aplikasi SIAP PSSI pada penyelenggaraan Kompetisi U-13. Penerapan sistem digital tersebut menjadi bagian dari transformasi menuju tata kelola kompetisi yang lebih profesional, modern, dan transparan.
Melalui aplikasi tersebut, seluruh proses kompetisi, mulai dari administrasi peserta, pendataan pemain, penyusunan jadwal pertandingan hingga pelaporan hasil kompetisi dilakukan secara terintegrasi sesuai standar yang ditetapkan PSSI.
Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Sumenep, Eko Sulistyo, S.Sos, menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi SIAP PSSI merupakan bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia dini.
“Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Askab PSSI Sumenep. Untuk pertama kalinya kompetisi U-13 dilaksanakan menggunakan aplikasi SIAP PSSI sebagai bagian dari transformasi menuju kompetisi yang profesional,” kata Eko saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Ia menambahkan, digitalisasi kompetisi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan tata kelola kompetisi yang tertib, transparan, akuntabel, serta sesuai standar nasional.
“Kami ingin seluruh proses kompetisi berjalan lebih modern. Semua data peserta, pemain hingga jalannya kompetisi terdokumentasi dengan baik melalui sistem yang telah disiapkan PSSI,” tegasnya.
Eko yang akrab disapa Eko Mourinho juga menilai penerapan SIAP PSSI merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep. Dengan sistem yang semakin profesional, kompetisi diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Ini bukan sekadar penggunaan aplikasi, tetapi komitmen kami membangun fondasi kompetisi usia muda yang kredibel, profesional, dan sesuai standar nasional agar pembinaan sepak bola di Sumenep terus berkembang,” pungkasnya.
Apresiasi dari berbagai elemen masyarakat terhadap langkah Askab PSSI Sumenep tersebut menjadi dorongan agar pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Sumenep terus berlanjut. Dengan kompetisi yang terstruktur dan dikelola secara profesional, Sumenep diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah dengan pembinaan sepak bola usia muda terbaik di Madura.












