SUMENEP Lintasmadura.id– Penantian masyarakat Kecamatan Ambunten untuk menikmati akses transportasi yang lebih mudah akhirnya terwujud. Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ambunten Tengah dan Desa Ambunten Timur resmi dioperasikan setelah diresmikan Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, pada Jumat (3/7/2026).
Peresmian jembatan gantung sepanjang 40 meter tersebut menjadi tonggak penting bagi warga dua desa yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses akibat terhalang aliran sungai. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus memutar cukup jauh untuk mencapai desa seberang. Bahkan saat debit air surut, sebagian warga nekat menyeberangi sungai demi menghemat waktu perjalanan.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan dan kepedulian negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
“Hari ini kita meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ambunten Tengah dan Desa Ambunten Timur. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga mempererat persaudaraan masyarakat yang selama ini dipisahkan oleh sungai,” ujar Brigjen TNI Kohir.
Ia mengungkapkan, pembangunan jembatan berhasil diselesaikan dalam waktu 89 hari, lebih cepat dari target awal selama 92 hari. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Alhamdulillah pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target. Kami berharap jembatan ini memberikan manfaat besar, memperlancar aktivitas warga, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Ambunten,” katanya.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan memperkuat konektivitas antara dua desa yang memiliki potensi ekonomi berbeda. Desa Ambunten Tengah dikenal sebagai kawasan pertanian, sedangkan Desa Ambunten Timur memiliki potensi hasil laut yang melimpah. Dengan akses yang semakin mudah, distribusi hasil pertanian maupun perikanan diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Kami optimistis jembatan ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Potensi pertanian dan hasil laut kini dapat saling terhubung sehingga membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Brigjen TNI Kohir juga menegaskan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari komitmen pemerintah bersama TNI dalam membuka keterisolasian wilayah dan mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
“Wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses akan terus menjadi perhatian pemerintah. Harapannya, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, menyampaikan apresiasi kepada Danrem 084/Bhaskara Jaya atas dukungan penuh terhadap pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Jembatan Perintis Garuda menjadi solusi nyata atas kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang aman dan nyaman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Danrem atas dukungan dan perhatian yang diberikan sehingga pembangunan jembatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kini masyarakat memiliki akses yang lebih cepat, aman, dan nyaman,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Mari kita pelihara bersama fasilitas ini agar tetap bermanfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, konektivitas antarwilayah semakin kuat, serta aktivitas ekonomi di Kecamatan Ambunten terus berkembang. Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan TNI dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.












