SUMENEP Lintasmadura.id– Pelestarian keris sebagai salah satu warisan budaya adiluhung khas Kabupaten Sumenep terus menjadi perhatian berbagai pihak. Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui Rapat Koordinasi Pengembangan Keris Sumenep Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep di ruang rapat dinas setempat, Senin (22/6/2026).
Forum ini dihadiri sejumlah pegiat budaya, pemerhati sejarah, serta pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan budaya keris. Di antara peserta yang hadir, Owner Helmi Art Museum, Sera Barat, Kecamatan Bluto, Helmi S.Pd.I, turut memberikan pandangan terkait pentingnya menjaga eksistensi keris di tengah perkembangan zaman.
Menurut Helmi, keris Sumenep memiliki kedudukan istimewa karena tidak hanya bernilai sebagai benda budaya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah, filosofi kehidupan, serta identitas masyarakat Madura yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ia menilai, upaya pelestarian harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kalangan akademisi, komunitas budaya, perajin, hingga pelaku sektor pariwisata. Langkah tersebut dinilai penting agar keris tidak sekadar menjadi koleksi sejarah, melainkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
“Keris Sumenep merupakan simbol kebudayaan yang sarat makna. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus dikenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar warisan leluhur ini tidak kehilangan relevansinya di masa depan,” ujar Helmi.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan rapat koordinasi yang dinilai mampu menjadi ruang bersama untuk menyusun strategi pelestarian dan pengembangan keris secara lebih terarah.
Menurutnya, sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi modal penting dalam memperkuat posisi keris Sumenep sebagai ikon budaya daerah yang memiliki daya tarik nasional bahkan internasional.
“Kolaborasi yang berkelanjutan akan membuka peluang lebih besar bagi pengembangan budaya keris. Tidak hanya menjaga kelestariannya, tetapi juga menjadikannya sebagai salah satu kekuatan dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah,” tambahnya.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, mulai dari program pembinaan perajin, peningkatan promosi budaya, penguatan edukasi kepada masyarakat, hingga pengembangan ekosistem keris yang lebih terintegrasi.
Sebagai pengelola museum yang aktif dalam pelestarian budaya lokal, Helmi menegaskan kesiapannya untuk terus berkontribusi dalam setiap upaya menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur. Ia berharap keris Sumenep dapat terus berkembang sebagai kebanggaan daerah sekaligus menjadi identitas budaya yang dikenal luas oleh generasi masa kini dan mendatang.














