SUMENEP Lintasmadura.id– Pengurus Cabang Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sumenep terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Salah satu langkah strategis yang kini diterapkan adalah pembagian latihan atlet ke dalam empat zona berbeda guna meningkatkan efektivitas pembinaan dan performa atlet.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya serius PASI Sumenep untuk mencetak prestasi maksimal sekaligus memperkuat peluang meraih medali pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi yang akan berlangsung di Surabaya.
Pola latihan baru itu dirancang berdasarkan kebutuhan masing-masing nomor atletik. Dengan sistem zonasi, para atlet dapat berlatih lebih fokus sesuai spesialisasinya tanpa terganggu aktivitas dari nomor lainnya.
Di kawasan Pantai Slopeng, misalnya, delapan atlet nomor lintasan menjalani program penguatan fisik dan peningkatan daya ledak otot. Mereka dibimbing langsung oleh dua pelatih yang bertugas memantau perkembangan kemampuan atlet secara intensif.
Sementara itu, empat atlet nomor lapangan ditempatkan di area luar stadion sisi timur untuk memperdalam teknik dan meningkatkan akurasi gerakan. Di lokasi terpisah, empat atlet nomor jalan cepat juga menjalani latihan khusus guna mengasah kecepatan, ritme, dan daya tahan dengan pendampingan pelatih yang telah ditunjuk.
Tak hanya berfokus pada atlet senior, PASI Sumenep juga menaruh perhatian besar terhadap pembinaan atlet usia muda. Sebanyak enam atlet pemula mendapatkan program latihan dasar di dalam stadion dengan pengawasan dua pelatih khusus sebagai bagian dari proses regenerasi atlet daerah.
Ketua PASI Sumenep, R. Abd. Moedjib, menegaskan bahwa pembagian latihan ke dalam empat zona merupakan strategi yang disusun untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara menyeluruh.
Menurutnya, setiap nomor atletik memiliki karakteristik dan kebutuhan latihan yang berbeda sehingga memerlukan penanganan khusus agar hasil yang dicapai lebih maksimal.
“Porprov Jatim 2027 menjadi target penting bagi kami. Karena itu, program latihan harus dilakukan secara terukur dan sesuai kebutuhan masing-masing atlet. Dengan sistem zonasi ini, fokus latihan lebih terjaga dan pelatih dapat memberikan pendampingan yang lebih optimal,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, metode tersebut juga bertujuan memaksimalkan penggunaan fasilitas latihan sekaligus menghindari tumpang tindih aktivitas antar nomor pertandingan. Dengan demikian, atlet dapat berkonsentrasi penuh pada program yang telah disusun oleh tim pelatih.
Meski memasang target prestasi tinggi, PASI Sumenep tidak ingin mengabaikan pembinaan jangka panjang. Regenerasi atlet tetap menjadi prioritas agar keberhasilan yang diraih saat ini dapat berlanjut pada masa mendatang.
“Kami ingin membangun prestasi yang berkesinambungan. Atlet senior dipersiapkan untuk berprestasi di Porprov, sementara atlet pemula dibina sebagai calon penerus yang akan membawa nama Sumenep di masa depan,” kata Moedjib.
Dengan pola pembinaan yang lebih terarah, dukungan pelatih yang memadai, serta semangat atlet yang terus terjaga, PASI Sumenep optimistis mampu tampil kompetitif dan mengharumkan nama daerah pada Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya.














