SUMENEP Lintasmadura.id– Pendekatan humanis kembali menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan Operasi Gabungan (Opgab) yang digelar di Pos 12.0 Trunojoyo, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang melibatkan Satlantas Polres Sumenep, UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, dan Jasa Raharja Sumenep-Madura itu tidak hanya berfokus pada kepatuhan administrasi kendaraan bermotor, tetapi juga mengedepankan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.
Operasi diawali dengan doa bersama dan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh IPDA Dita, SH. Turut hadir Sekretaris Bapenda Kabupaten Sumenep, Ir. Shalaf Junaidi, beserta jajaran Bapenda, UPT PPD, dan perwakilan Jasa Raharja.
Dalam arahannya, IPDA Dita menegaskan bahwa setiap personel yang terlibat harus mampu menunjukkan sikap profesional sekaligus humanis saat berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, keberadaan petugas di lapangan bukan semata untuk melakukan pemeriksaan, melainkan juga memberikan pemahaman dan pelayanan yang baik kepada warga.
“Kita hadir untuk melayani sekaligus mengedukasi masyarakat. Karena itu, seluruh personel harus mengedepankan komunikasi yang santun, menghargai masyarakat, dan menunjukkan bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan operasi gabungan tidak hanya dilihat dari jumlah kendaraan yang diperiksa atau tingkat kepatuhan wajib pajak yang meningkat. Lebih dari itu, tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan publik menjadi indikator penting yang harus terus dijaga.
Menurut IPDA Dita, pengalaman selama ini membuktikan bahwa pendekatan persuasif dan dialogis jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat dibandingkan pola yang mengedepankan tindakan represif.
“Kesadaran masyarakat akan tumbuh ketika mereka merasa dihargai dan dilayani dengan baik. Sapaan yang ramah dan komunikasi yang santun sering kali menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi. Sinergi antara Polri, Bapenda, UPT PPD, dan Jasa Raharja dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong kepatuhan administrasi kendaraan bermotor sekaligus mendukung terciptanya ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
Lebih lanjut, IPDA Dita mengungkapkan bahwa pendekatan humanis yang diterapkan secara konsisten selama ini telah menciptakan suasana operasi yang aman dan kondusif. Selama lebih dari dua tahun pelaksanaan operasi gabungan berlangsung secara rutin, tidak pernah terjadi insiden yang menimbulkan gesekan antara petugas dan masyarakat.
“Alhamdulillah, selama ini seluruh kegiatan berjalan tertib dan lancar. Ini menunjukkan bahwa pendekatan yang mengedepankan pelayanan dan komunikasi mampu membangun hubungan yang harmonis antara petugas dan masyarakat,” katanya.
Operasi gabungan yang dilaksanakan secara berkala tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan bermotor. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat budaya tertib berlalu lintas demi terciptanya keselamatan di jalan raya.
Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi antarinstansi, Operasi Gabungan di Pos 12.0 Trunojoyo tidak hanya menjadi agenda rutin pemeriksaan administrasi kendaraan, tetapi juga menjadi wujud nyata pelayanan publik yang mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.














