SUMENEP Lintasmadura.id– Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya peningkatan kinerja organisasi melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program dan penggunaan anggaran tahun 2026. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi Capaian Kinerja dan Anggaran Triwulan II yang digelar di Aula I Kemenag Sumenep, Rabu (10/6/2026).
Rapat yang dihadiri seluruh unsur pimpinan dan satuan kerja di lingkungan Kemenag Sumenep itu menjadi sarana untuk menilai progres pelaksanaan program, mengidentifikasi berbagai kendala, serta menyusun strategi percepatan guna memastikan target tahunan dapat tercapai secara maksimal.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, dalam arahannya menegaskan bahwa setiap program yang dilaksanakan harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan tidak sekadar mengejar target administratif semata.
Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah program tidak hanya dilihat dari tingginya angka serapan anggaran, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Program yang baik adalah program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas dan menghasilkan perubahan yang positif,” ujar Abdul Wasid di hadapan peserta rapat.
Ia menilai evaluasi rutin menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, setiap satuan kerja dapat mengetahui capaian yang telah diraih sekaligus melakukan langkah korektif apabila ditemukan hambatan di lapangan.
Selain itu, Abdul Wasid juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama yang solid antarunit kerja. Ia menekankan bahwa pencapaian target organisasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari tingkat kantor hingga lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.
“Seluruh jajaran harus bergerak dalam satu arah dan satu tujuan. Sinergi yang kuat akan mempercepat pencapaian target sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam forum tersebut, masing-masing satuan kerja turut memaparkan perkembangan program yang telah berjalan, tingkat realisasi anggaran, serta rencana tindak lanjut untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan pada semester kedua tahun 2026.
Tak hanya soal kinerja, rapat juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Abdul Wasid meminta seluruh jajaran menjadikan akuntabilitas dan transparansi sebagai prinsip utama dalam setiap pelaksanaan program.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran negara harus dilakukan secara cermat, efektif, dan bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Melalui evaluasi Triwulan II ini, Kemenag Sumenep berharap seluruh program prioritas dapat berjalan lebih optimal, realisasi anggaran semakin meningkat, serta kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan dan pendidikan terus mengalami perbaikan.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Kemenag Sumenep optimistis mampu mewujudkan target kinerja tahun 2026 sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.



