SUMENEP lintasmadura.Id– Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat sinergi dengan dunia akademik guna mendukung percepatan pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Sumenep dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlangsung di Kantor Bupati Sumenep, Kamis (4/6/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, hingga program pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Plh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Basri, bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah dan jajaran akademisi UIN Malang.
Mewakili Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Joko Satrio menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Menurutnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki karakter yang sangat dekat dengan kehidupan sosial masyarakat Sumenep yang dikenal kuat dengan tradisi pesantren. Kesamaan karakter tersebut diyakini akan mempermudah pelaksanaan berbagai program kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada sektor pendidikan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep. Salah satu agenda yang akan dikembangkan adalah kemitraan dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Malang, termasuk peluang penempatan mahasiswa profesi dokter atau koas di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Program tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa di lapangan.
Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumenep, Alqaf, menilai kerja sama dengan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan potensi daerah.
Ia menjelaskan bahwa Sumenep sebagai daerah kepulauan dengan 119 pulau memiliki berbagai potensi yang memerlukan dukungan kajian akademik, inovasi, dan riset agar dapat dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.
“Peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, Pemkab Sumenep akan mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk segera menyusun program kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan.
Kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang, di antaranya penguatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, penempatan mahasiswa koas di RSUD Moh. Anwar Sumenep, program beasiswa melalui Dinas Sosial, serta pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan terjalinnya kemitraan ini, Pemkab Sumenep berharap hubungan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tidak hanya sebatas kerja sama administratif, tetapi mampu menghasilkan berbagai program nyata yang mendukung kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat














