Muktamar NU ke-35 di Lirboyo Jadi Penegas Kembalinya NU ke Akar Pesantren

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP Lintasmadura.id– Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kembali identitas NU sebagai organisasi yang lahir dari tradisi pesantren.

Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim, menyebut pemilihan Ponpes Lirboyo sebagai tuan rumah muktamar bukan sekadar penentuan lokasi, melainkan simbol kuat atas komitmen NU menjaga warisan perjuangan ulama dan pesantren.

Menurutnya, sejak awal berdirinya, NU dibangun oleh para masyayikh dan kiai pesantren yang memiliki semangat menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus membimbing umat dengan nilai keilmuan dan akhlak.

“Para ulama dahulu menghimpun kekuatan umat dari pesantren hingga lahirlah Nahdlatul Ulama. Karena itu, sejarah perjuangan tersebut tidak boleh dilupakan,” ujar KH Widadi Rahim, Kamis (28/05/2026).

Ia menilai penyelenggaraan muktamar di lingkungan pesantren menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali ruh perjuangan NU yang selama ini tumbuh bersama tradisi keilmuan pesantren.

Bagi dirinya, pesantren bukan hanya tempat pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, kaderisasi ulama, serta benteng moral masyarakat.

“Pelaksanaan Muktamar NU berbasis pesantren memiliki makna yang sangat besar. Ini menjadi pengingat bahwa NU memiliki akar kuat di dunia pesantren,” katanya.

KH Widadi Rahim juga menegaskan bahwa NU harus terus menjaga kedekatannya dengan pesantren sebagai pusat lahirnya para ulama dan penjaga nilai kebangsaan.

“NU harus kembali meneguhkan diri kepada akar perjuangan para ulama yang sejak awal membangun organisasi ini dengan penuh keikhlasan demi menjaga umat dan bangsa,” tegasnya.

Ia berharap Muktamar NU ke-35 di Ponpes Lirboyo mampu menghasilkan keputusan strategis yang tetap berlandaskan nilai keilmuan, moralitas, dan tradisi pesantren.

“Pesantren selama ini menjadi benteng moral sekaligus pusat peradaban NU. Dari pesantren lahir ulama-ulama yang berperan besar menjaga bangsa dan umat,”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Krisis Air Saat Kemarau, Kapolres Bondowoso Bangun Sumur Bor di Masjid Nurul Hasan Sekar Putih
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Bondowoso Salurkan Tandon Air 5 Ribu Liter untuk Warga Klabang Tegal Ampel
KBS Sumenep Hadirkan Kebahagiaan Lewat Aksi Berbagi 87 Bungkus Nasi Bungturat
Sambut Hari Bhayangkara ke – 80, Polres Jember Berbagi Paket Sembako untuk Ojol
Salut, Personel Polres Blitar Bersihkan Sampah Usai Layanan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa
Kejuaraan Beladiri Polri Piala Kapolda Jatim 2026 Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polres Kediri Raih Gelar Juara
Dukung Indonesia Asri dan HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bondowoso Gelar Aksi Bersih Pasar Induk
Polres Sumenep Gelar Bhakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-80 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:58 WIB

Atasi Krisis Air Saat Kemarau, Kapolres Bondowoso Bangun Sumur Bor di Masjid Nurul Hasan Sekar Putih

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:56 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Bondowoso Salurkan Tandon Air 5 Ribu Liter untuk Warga Klabang Tegal Ampel

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:49 WIB

KBS Sumenep Hadirkan Kebahagiaan Lewat Aksi Berbagi 87 Bungkus Nasi Bungturat

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:39 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke – 80, Polres Jember Berbagi Paket Sembako untuk Ojol

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:38 WIB

Salut, Personel Polres Blitar Bersihkan Sampah Usai Layanan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa

Berita Terbaru