SUMENEP, Lintasmadura.id — Komoditas tembakau masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumenep. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat pembinaan terhadap petani agar hasil produksi semakin berkualitas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Penguatan sektor pertembakauan tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah produksi. DKPP Sumenep juga memberikan perhatian terhadap kualitas tanaman, penerapan teknik budidaya yang tepat hingga penanganan hasil panen.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kualitas menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing sekaligus nilai jual tembakau ketika memasuki pasar.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi petani tembakau melalui pembinaan secara berkelanjutan.
Menurutnya, petani membutuhkan dukungan dan pendampingan agar mampu mengelola tanaman tembakau secara lebih efektif, mulai dari proses budidaya hingga menghasilkan panen yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Pendampingan kepada petani menjadi bagian penting agar budidaya tembakau dapat dilakukan secara lebih baik, produktif dan menghasilkan kualitas yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani,” ujarnya.
DKPP juga mendorong petani untuk tidak mengabaikan setiap tahapan dalam proses produksi. Perawatan tanaman, pengelolaan lahan serta penanganan pascapanen menjadi bagian yang harus diperhatikan secara serius agar kualitas tembakau tetap terjaga.
Di sisi lain, sejumlah tantangan juga menjadi perhatian pemerintah, terutama kondisi cuaca yang sulit diprediksi, ketersediaan sarana produksi dan perubahan kebutuhan pasar.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga penyuluh dan petani terus diperkuat. Pendampingan di lapangan diharapkan mampu membantu petani mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi persoalan selama musim tanam maupun panen.
Chainur menegaskan, keberhasilan pembangunan sektor pertembakauan pada akhirnya tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga dari sejauh mana komoditas tersebut mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
“Yang paling penting adalah bagaimana petani mendapatkan manfaat dan hasil yang maksimal dari usaha pertanian yang mereka jalankan. Karena itu, sinergi dan pendampingan akan terus diperkuat,” tambahnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, DKPP Sumenep berharap tembakau tetap menjadi komoditas unggulan yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.
Peningkatan kualitas produksi, penguatan kapasitas petani dan pendampingan yang konsisten menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertembakauan sekaligus memastikan petani memperoleh nilai tambah dari hasil pertaniannya.
(Redaksi)












