Tembakau Jadi Nadi Ekonomi Sumenep, DKPP Dorong Petani Raup Nilai Lebih

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Lintasmadura.id — Komoditas tembakau masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumenep. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat pembinaan terhadap petani agar hasil produksi semakin berkualitas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

 

Penguatan sektor pertembakauan tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah produksi. DKPP Sumenep juga memberikan perhatian terhadap kualitas tanaman, penerapan teknik budidaya yang tepat hingga penanganan hasil panen.

 

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kualitas menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing sekaligus nilai jual tembakau ketika memasuki pasar.

 

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi petani tembakau melalui pembinaan secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, petani membutuhkan dukungan dan pendampingan agar mampu mengelola tanaman tembakau secara lebih efektif, mulai dari proses budidaya hingga menghasilkan panen yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

 

“Pendampingan kepada petani menjadi bagian penting agar budidaya tembakau dapat dilakukan secara lebih baik, produktif dan menghasilkan kualitas yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani,” ujarnya.

 

DKPP juga mendorong petani untuk tidak mengabaikan setiap tahapan dalam proses produksi. Perawatan tanaman, pengelolaan lahan serta penanganan pascapanen menjadi bagian yang harus diperhatikan secara serius agar kualitas tembakau tetap terjaga.

 

Di sisi lain, sejumlah tantangan juga menjadi perhatian pemerintah, terutama kondisi cuaca yang sulit diprediksi, ketersediaan sarana produksi dan perubahan kebutuhan pasar.

 

Untuk menghadapi kondisi tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga penyuluh dan petani terus diperkuat. Pendampingan di lapangan diharapkan mampu membantu petani mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi persoalan selama musim tanam maupun panen.

 

Chainur menegaskan, keberhasilan pembangunan sektor pertembakauan pada akhirnya tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga dari sejauh mana komoditas tersebut mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana petani mendapatkan manfaat dan hasil yang maksimal dari usaha pertanian yang mereka jalankan. Karena itu, sinergi dan pendampingan akan terus diperkuat,” tambahnya.

 

Melalui berbagai langkah tersebut, DKPP Sumenep berharap tembakau tetap menjadi komoditas unggulan yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

 

Peningkatan kualitas produksi, penguatan kapasitas petani dan pendampingan yang konsisten menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertembakauan sekaligus memastikan petani memperoleh nilai tambah dari hasil pertaniannya.

 

(Redaksi)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Sumenep Dirikan Tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat Terkait Hilang Kontak KM Virgo Transport 8
Dugaan komplotan mafia bbm sepedah motor thunder marak di wilayah balopangang Gresik
DORONG LEGACY BUPATI SUMENEP, EX RELAWAN AF USULKAN CSR 100% UNTUK INFRASTRUKTUR DAN SDM
Diduga Aniaya Menantu, Pria Asal Menganti, Desa Gempol Kurung RT 04, RW 05, Dilaporkan ke Polres Gresik
Patungan Beli Sabu, Dua Pria di Sumenep Diamankan Polisi
Viralnya Tambang Emas Ilegal Di Lebak : Ketua LSM Laskar NKRI DPW Banten Mendesak APH Tangkap Bos Besarnya Demi Tegaknya Regulasi Bukan Gurandil Yang Mencari Sesuap Nasi
Bappeda Sumenep Hidupkan Lagi PosCurhat, Warga Didorong Aktif Sampaikan Aspirasi
Swadaya Warga, Jalan Poros Desa Pekalongan Dibangun Sepanjang 3 Kilometer”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:13 WIB

Polresta Sumenep Dirikan Tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat Terkait Hilang Kontak KM Virgo Transport 8

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

Dugaan komplotan mafia bbm sepedah motor thunder marak di wilayah balopangang Gresik

Minggu, 13 September 2026 - 18:30 WIB

DORONG LEGACY BUPATI SUMENEP, EX RELAWAN AF USULKAN CSR 100% UNTUK INFRASTRUKTUR DAN SDM

Minggu, 13 September 2026 - 06:29 WIB

Diduga Aniaya Menantu, Pria Asal Menganti, Desa Gempol Kurung RT 04, RW 05, Dilaporkan ke Polres Gresik

Sabtu, 12 September 2026 - 21:53 WIB

Patungan Beli Sabu, Dua Pria di Sumenep Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Nasional

Patungan Beli Sabu, Dua Pria di Sumenep Diamankan Polisi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:53 WIB