Saat Ribuan Warga Terpukau Tongtong, Petugas DLH Sumenep Diam-Diam Berjibaku Bersihkan Sampah

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP Lintasmadura.id— Gemuruh musik Tongtong membelah malam Kota Sumenep. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan parade budaya yang diikuti 27 grup dalam Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026.

 

Namun, di tengah sorak-sorai penonton dan kemeriahan peserta, ada pemandangan berbeda di bagian belakang rombongan. Sejumlah petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep terus bergerak menyusuri jalur festival.

 

Mereka bukan bagian dari rombongan pertunjukan. Tidak pula menjadi pusat perhatian. Tetapi keberadaan mereka menjadi penentu agar kemeriahan festival tidak berubah menjadi persoalan sampah.

 

Satu per satu botol plastik, bungkus makanan, kertas dan sampah lain yang berserakan dipungut. Petugas bergerak mengikuti iring-iringan peserta, membersihkan ruas jalan sesaat setelah rombongan melewatinya.

 

Pola tersebut dilakukan sejak festival dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Bahkan ketika suasana semakin larut dan sebagian warga mulai meninggalkan lokasi, para petugas masih terus bekerja.

 

Mereka baru benar-benar menuntaskan tugas setelah seluruh jalur yang digunakan peserta dipastikan kembali bersih.

 

Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, sebelumnya telah mengingatkan jajarannya agar aspek kebersihan menjadi perhatian serius selama pelaksanaan festival.

 

Instruksi tersebut kemudian diwujudkan dengan menempatkan petugas di sepanjang jalur parade. Mereka tidak sekadar menunggu kegiatan selesai, tetapi melakukan pembersihan secara langsung di belakang rombongan.

 

“Bagi mereka, tugas menjaga kebersihan tetap harus berjalan meskipun perhatian masyarakat tertuju pada pertunjukan musik Tongtong,” ujarnya.

 

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

 

Menurutnya, penyelenggaraan festival budaya tidak hanya berbicara mengenai kesenian dan tradisi, tetapi juga bagaimana masyarakat bersama pemerintah menjaga lingkungan di sekitar kegiatan.

 

Kecintaan terhadap budaya Madura, kata dia, semestinya berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

 

“Budaya yang lestari membutuhkan lingkungan yang terjaga. Karena itu, semangat melestarikan budaya harus berjalan bersama dengan kebiasaan menjaga kebersihan,” paparnya.

 

Bagi Pemkab Sumenep, kebersihan menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan publik yang nyaman bagi masyarakat. Festival yang mampu menarik ribuan pengunjung harus pula diimbangi dengan kesiapan pengelolaan lingkungan.

 

Hal itu terlihat dari kerja petugas DLH yang tetap bertahan ketika kemeriahan festival mulai berakhir.

 

Saat sebagian masyarakat telah pulang dan suara musik tak lagi menggema, pekerjaan mereka belum selesai. Sampah yang tersisa di sepanjang jalur festival kembali disisir hingga kondisi jalan benar-benar bersih.

 

Kerja mereka mungkin berlangsung tanpa panggung, sorotan lampu maupun tepuk tangan. Namun, para petugas kebersihan menjadi bagian penting di balik suksesnya Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026.

 

Sebab, kemeriahan sebuah festival bukan hanya tentang bagaimana sebuah pertunjukan mampu menghibur masyarakat, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut meninggalkan kesan baik tanpa meninggalkan sampah di lingkungan.

(Delli)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lintasmadura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Unit Damkar Sumenep Diterjunkan, Kebakaran di Kerta Timur Berhasil Dipadamkan
Kepala Sekolah: Tegas Tanpa Otoriter. bukti kepemimpinan sehat yang tak lahir dari ketakutan.
Polres Lampung Tengah Kawal Pemusnahan Rokok Ilegal, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
PMK Polsek Seputih Banyak Jadi Ruang Warga Sampaikan Aspirasi
Kangean Jadi Perhatian Bappenas, Masa Depan Pembangunan Kepulauan Sumenep Dipetakan
Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Kasus Perkosaan dan Percabulan terhadap Anak Satu Tersangka Diamankan
Hari Pramuka ke-65, Wabup Sumenep Dorong Pramuka Turun Langsung Layani Masyarakat
Antrean Truk KMP HULALO di Kalianget Disorot, KSOP Diminta Tegakkan Mekanisme yang Transparan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:58 WIB

Dua Unit Damkar Sumenep Diterjunkan, Kebakaran di Kerta Timur Berhasil Dipadamkan

Kamis, 10 September 2026 - 21:49 WIB

Kepala Sekolah: Tegas Tanpa Otoriter. bukti kepemimpinan sehat yang tak lahir dari ketakutan.

Kamis, 10 September 2026 - 19:10 WIB

Polres Lampung Tengah Kawal Pemusnahan Rokok Ilegal, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kamis, 10 September 2026 - 19:08 WIB

PMK Polsek Seputih Banyak Jadi Ruang Warga Sampaikan Aspirasi

Kamis, 10 September 2026 - 16:52 WIB

Kangean Jadi Perhatian Bappenas, Masa Depan Pembangunan Kepulauan Sumenep Dipetakan

Berita Terbaru

Nasional

PMK Polsek Seputih Banyak Jadi Ruang Warga Sampaikan Aspirasi

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:08 WIB