SUMENEP Lintasmadura.id– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda) Kabupaten Sumenep kembali menjadi ruang belajar yang hidup dan inspiratif. Pada Rabu (17/6/2026), puluhan siswa SMP Negeri 1 Dasuk melakukan kunjungan edukatif untuk mengenal lebih dekat dunia literasi sekaligus memperluas wawasan mereka di luar lingkungan sekolah.
Kehadiran para pelajar tersebut disambut hangat oleh jajaran pengelola perpustakaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran modern yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga berbagai sumber informasi dan fasilitas pendukung pengembangan pengetahuan.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak berkeliling mengenal berbagai layanan yang tersedia, mulai dari koleksi buku, ruang baca yang nyaman, fasilitas digital, hingga sistem peminjaman buku yang dapat diakses masyarakat secara gratis. Mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi di era digital, ketika arus informasi berkembang begitu cepat.
Pustakawan Ahli Muda Perpusda Kabupaten Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, mengungkapkan bahwa kunjungan pelajar seperti ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran siswa-siswi SMPN 1 Dasuk. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan minat literasi di kalangan pelajar masih terus tumbuh dan perlu didukung bersama,” ujarnya.
Menurut Syaiful Bahri yang akrab disapa Bang Ipong, perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi ruang edukasi yang lebih dinamis. Selain menjadi tempat mencari referensi, perpustakaan juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana berdiskusi, belajar bersama, hingga mengembangkan kreativitas.
Ia menilai pengalaman berkunjung langsung ke perpustakaan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas. Melalui interaksi langsung dengan berbagai sumber bacaan dan fasilitas yang tersedia, siswa dapat merasakan manfaat nyata dari budaya membaca.
“Ketika mereka datang dan melihat langsung beragam sumber pengetahuan yang ada, akan tumbuh rasa ketertarikan untuk membaca dan belajar lebih banyak. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Bang Ipong berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan perpustakaan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi.
“Perpustakaan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap semakin banyak sekolah yang memanfaatkan fasilitas dan layanan yang tersedia agar budaya membaca semakin mengakar dan indeks literasi daerah terus meningkat,” tuturnya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias menjelajahi berbagai koleksi bacaan, mencoba fasilitas perpustakaan, serta berdialog dengan petugas mengenai layanan yang dapat menunjang proses belajar mereka.
Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Perpusda Sumenep terus memperkuat perannya sebagai pusat literasi daerah yang mendorong lahirnya generasi muda yang gemar membaca, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan yang memadai.














