SUMENEP lintasmadura.id– Pemerintah Kecamatan Gayam kembali menunjukkan keseriusannya dalam memastikan program bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Ekstrem di Desa Gayam yang tengah menderita stroke tetap memperoleh bantuan meskipun tidak dapat menghadiri penyaluran secara langsung.
Untuk menjamin bantuan tersalurkan tanpa hambatan, petugas dari Kecamatan Gayam, Pemerintah Desa Gayam, dan pihak BPRS melakukan layanan jemput bola dengan mendatangi rumah penerima manfaat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun kondisi kesehatan, sekaligus memastikan tidak ada penerima bantuan yang terlewat dalam proses penyaluran.
Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Gayam, Nanang Aris Susanto, S.E., mewakili Plt Camat Gayam Robby Firmansyah Wijaya, mengatakan bahwa jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT DD Ekstrem di Desa Gayam sebanyak 10 keluarga. Dari jumlah tersebut, satu penerima tidak bisa hadir karena sedang menjalani masa pemulihan akibat stroke.
“Karena kondisi penerima tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi penyaluran, kami bersama pemerintah desa dan pihak BPRS memutuskan untuk menyerahkan bantuan langsung ke rumah yang bersangkutan,” ujar Nanang, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pelayanan langsung ke rumah merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan akses yang sama kepada seluruh penerima manfaat. Dengan cara itu, bantuan tetap dapat diterima tepat waktu tanpa membebani warga yang sedang sakit.
Bantuan yang disalurkan merupakan BLT DD Ekstrem Triwulan II Tahun 2026 untuk periode April, Mei, dan Juni. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan yang dicairkan sekaligus dalam satu tahap.
Dengan demikian, total dana yang diterima masing-masing KPM pada penyaluran kali ini mencapai Rp900 ribu.
“Penyaluran saat ini mencakup tiga bulan sekaligus. Karena setiap bulan sebesar Rp300 ribu, maka total yang diterima penerima manfaat adalah Rp900 ribu,” jelas Nanang.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama bagi keluarga yang masuk kategori rentan dan membutuhkan dukungan pemerintah.
Pelaksanaan penyaluran secara door to door juga menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan lembaga perbankan dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, humanis, dan tepat sasaran.
Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Gayam menegaskan bahwa seluruh penerima manfaat berhak memperoleh pelayanan yang sama, tanpa terkendala oleh kondisi kesehatan ataupun keterbatasan fisik yang dialami.














