SUMENEP Lintasmadura.id– Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan aman terus dilakukan Rutan Kelas IIB Sumenep. Kali ini, pihak rutan menggelar sosialisasi mengenai Hantavirus sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga binaan terhadap ancaman penyakit menular.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Kelas IIB Sumenep itu diikuti puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai Hantavirus, mulai dari penyebab, gejala, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif. Para warga binaan terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Berbagai pertanyaan dan diskusi seputar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga mewarnai kegiatan tersebut.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, mengatakan bahwa edukasi kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan warga binaan. Menurutnya, peningkatan pengetahuan terkait penyakit menular sangat diperlukan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan lingkungan.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan. Karena itu, kami terus berupaya memberikan pemahaman kepada warga binaan agar mereka mengenali risiko penyakit dan mengetahui cara melindungi diri serta lingkungan sekitarnya,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Ia menambahkan, lingkungan yang bersih merupakan faktor utama dalam menekan potensi penyebaran berbagai penyakit. Oleh sebab itu, budaya hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan yang diterapkan oleh seluruh penghuni rutan.
Menurut Aditya, menjaga kebersihan bukan semata tugas petugas pemasyarakatan, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan adanya kesadaran kolektif, lingkungan rutan dapat tetap terjaga sehingga kesehatan seluruh warga binaan lebih terlindungi.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan kesehatan, Rutan Kelas IIB Sumenep akan terus menghadirkan berbagai program edukatif yang memberikan manfaat langsung bagi warga binaan. Kegiatan semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir positif sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Melalui sosialisasi Hantavirus tersebut, Rutan Kelas IIB Sumenep tidak hanya berupaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular, tetapi juga memperkuat pembinaan yang berorientasi pada kualitas hidup warga binaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis, sehat, dan produktif.














