SUMENEP Lintasmadura.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep kembali melakukan pemeliharaan pohon di sejumlah titik strategis kota. Kali ini, kegiatan pemangkasan difokuskan di sepanjang jalan sisi barat Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumenep, Kamis (11/6/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh cabang atau ranting pohon yang rapuh, terutama saat terjadi hujan lebat dan angin kencang. Selain faktor keselamatan, pemangkasan juga bertujuan menjaga keindahan serta kerapian kawasan perkotaan.
Dalam kegiatan itu, DLH menurunkan sembilan anggota Satgas Pemangkasan yang dilengkapi dua unit truk pemangkas dan satu unit truk pengangkut sampah. Seluruh material hasil pemangkasan langsung dibersihkan dan diangkut guna menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Sumenep, Hasinudin Firdaus, mengatakan bahwa perawatan pohon merupakan agenda rutin yang terus dilakukan untuk memastikan kondisi vegetasi di ruang publik tetap aman dan sehat.
Menurutnya, setiap pohon yang dinilai memiliki cabang terlalu rimbun atau berpotensi membahayakan pengguna jalan akan menjadi prioritas penanganan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya pohon tumbang maupun patahan ranting.
“Pemangkasan merupakan langkah antisipatif agar pohon tetap terawat dan tidak membahayakan masyarakat. Terlebih ketika memasuki musim dengan intensitas angin dan hujan yang cukup tinggi,” ujarnya.
Hasinudin menegaskan, keberadaan pohon di wilayah perkotaan memiliki manfaat besar dalam menjaga kualitas lingkungan. Selain berfungsi sebagai peneduh, pohon juga berperan dalam menyerap polusi dan menciptakan suasana kota yang lebih sejuk.
Karena itu, kata dia, pemeliharaan harus dilakukan secara berkala agar fungsi ekologis pohon tetap terjaga tanpa mengurangi aspek keselamatan masyarakat.
Ia menambahkan, kawasan MPP dipilih karena menjadi salah satu pusat aktivitas warga yang setiap hari ramai dikunjungi. Dengan tingginya mobilitas masyarakat, kondisi pohon di sekitar lokasi perlu mendapat perhatian khusus.
“Pemerintah daerah ingin memastikan setiap ruang publik berada dalam kondisi aman, nyaman, dan tertata. Pemangkasan pohon menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan kota yang lebih ramah bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, DLH Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan keselamatan publik. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan wajah kota yang tetap hijau, bersih, dan nyaman untuk seluruh warga.














