SUMENEP Lintasmadura.id – Semarak Festival Mancing Kedatim 2026 kembali membuktikan daya tarik wisata bahari Kabupaten Sumenep. Event yang masuk dalam jajaran Calendar of Event (CoE) Sumenep 2026 tersebut berlangsung meriah dan berhasil menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai daerah.
Bertempat di kawasan pesisir Kedatim, festival ini tidak hanya menjadi arena adu keterampilan para penghobi mancing, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata laut yang dimiliki Kabupaten Sumenep kepada masyarakat luas.
Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti perlombaan. Keindahan panorama laut yang berpadu dengan semangat kompetisi menciptakan suasana yang hidup dan penuh kebersamaan. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah turut menambah semarak kegiatan yang kini menjadi salah satu agenda wisata unggulan daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui Festival Mancing Kedatim yang dinilai mampu mengangkat potensi bahari sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si, mengatakan bahwa Festival Mancing Kedatim merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas promosi destinasi wisata daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan dan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mengenalkan kekayaan wisata bahari Sumenep kepada wisatawan maupun masyarakat luar daerah.
“Festival Mancing Kedatim menjadi salah satu event unggulan dalam Calendar of Event Sumenep 2026. Kegiatan ini mampu menggabungkan unsur olahraga, rekreasi, dan promosi wisata dalam satu kemasan yang menarik,” ujarnya.
Faruk menambahkan, penyelenggaraan event wisata seperti ini memiliki dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami berharap festival ini terus berkembang dan mampu menjadi daya tarik wisata yang semakin besar setiap tahunnya. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga masyarakat secara langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Andrie Zulkarnain, menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa wisata minat khusus seperti memancing memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, Festival Mancing Kedatim telah berhasil menjadi wadah yang mempertemukan olahraga, rekreasi, serta promosi destinasi wisata dalam satu kegiatan yang diminati banyak kalangan.
“Antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa wisata memancing memiliki pasar yang besar dan dapat menjadi salah satu sektor unggulan dalam pengembangan pariwisata daerah,” kata Andrie.
Ia optimistis Festival Mancing Kedatim berpeluang berkembang menjadi agenda wisata bahari berskala regional hingga nasional apabila terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami akan terus memperkuat promosi dan melakukan berbagai inovasi agar Festival Mancing Kedatim semakin dikenal luas. Harapannya, event ini mampu menjadi ikon wisata bahari Kabupaten Sumenep yang membanggakan,” ungkapnya.
Setelah melalui proses penimbangan hasil tangkapan oleh panitia, para pemenang kategori Pemancing Perahu akhirnya ditetapkan berdasarkan berat ikan yang berhasil diperoleh selama perlombaan.
Juara Festival Mancing Kedatim 2026 Kategori Pemancing Perahu
Juara I
Abbas (Lenteng) – Nomor Peserta 045 dengan berat tangkapan 1,518 kilogram.
Juara II
Hendra Koceng (Pamolokan) – Nomor Peserta 024 dengan berat tangkapan 850 gram.
Juara III
Oyon (Sampang) – Nomor Peserta 087 dengan berat tangkapan 515 gram.
Keberhasilan Festival Mancing Kedatim 2026 semakin memperkuat citra Kabupaten Sumenep sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Madura. Melalui event ini, pemerintah daerah berharap promosi wisata semakin luas, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat, serta perekonomian masyarakat pesisir tumbuh secara berkelanjutan.














